Hello, My name is Gilang Novanda. You can follow me on my twitter @gilangnovanda, Cheerrsss :D

Sabtu, 30 Maret 2013

hooaaammzzz ....

hoho hihi malam meninggalkan sunyi bersamaku di sini tak bisa menahan pikiran yang sedang menina bobokan keponakan keponakan kesayangan yang berisik kalau siang dan diam kalau tidur, entah apa di mimpinya, mingkin dapat mainan baru, gpp asal soleh ya hehe
saya juga mu tidur di hari terakhir bulan maert ini, menghilangkan cape yang dari tadi saya bangun sendiri, sekarang mau tidur setelah nntn bola streaming,selama saya nntn di internet club celsi ini ga pernah menang tapi saya penasaran semoga saja hari ini tidak, dadah selamat tidur juga ya, aku juga sebenarnya ehmm... sudah sudah semalamat tidur selamat mat mar

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 28 Februari 2013

dunia


Dunia, kau biasa-biasa saja. Kau tidak kuat, tapi kenapa? meski, pemahaman saya terambil, ilmu saya terlupakan, pengalaman terhapus seiring hasil yang ada. Bagaimana tidak sedikit tipu daya dunia telah membuat saya lupa diri. tapi saya tidak kalah bung. hey kau, yang banyak komentar? apa yang kau lakukan? hanya bersenang-senang tak tau apa yang kau perbuat.
baca seluruhnya, baru simpulkan, 
Apalah kamu? Kau hanya cangcut bekas, orang lain suka, sebenrnya saya juga, tapi saya tahan untuk tidak mengikuti cangcut bekas itu. Semoga.

Liburan ini saya coba masukin tulisan menjadi bertumpuk hingga menjadi sebuah buku, tapi itu gagal lagi, mood saya menolak.

Melihat perpektif mereka sebenarnya saya pusing, bagaimana kelabilan saya harus ditempatkan. Saya terlalu melihat idola, sehingga mau tidak mau pemikiran saya terbentuk sepertinya. Saya tidak kecewa, dan menyesal, karena tahap itu sepertinya terlalu tinggi, dan orang seperti saya ini apakah mampu? Keyakinan yang saya miliki naik turun. Dan saya harus mengikhlaskannya. Juga tidak peduli.
“Keihlasan membiarkan diri tenang, pasrah membiarkan diri kalah,” yang katanya Pidibaiq seperti itu. Kalimat itu tidak sama, seinggat saya ajalah mirip-mirip. Tapi emang gitu, saya sudah revisi.
Dan kalimat yang saya ingat, “Di saat kunikmati hidup ini indah. Dan langsung pusing ketika aku pikirkan.”
Saya tanpa ijin mengambil katanya, padahal mungkin ia sudah lupa dengan saya saat kita bersalaman di cafe yang entah kapan saya ke sana lagi. Saya ada nopenya, tapi saya urung keinginan saya wawancara, karena
Tadinya saya mau nulis ini, tapi lupa. Jadi pindah topik aja biar ga pusing. Oh iya, saya juga menemukan artikel keren tapi saya lupa lagi. Jadi pindah topik lagi.
Oh iya saya baru inget, ini artiket tentang akal manusia. Saya sudah lamaaa sekali nggak baca. Gara-gara jejaring sosial saya membaca timeline dan beranda juga berita sepak bola, selain itu saya hanya membaca nomor rumah yang mau tidak mau harus saya baca waktu keluar rumah.
 Otak saya juga udah mulai beku. Kata-kata ilmiah yang pernah saya baca lama-lama dan saya hafalkan terkikis jadi lupa padahal saya kata itu sering muncul waktu debat politik. Yah, selain keren pake kata ilmiah, juga bisa membantu saya menjelaskan apa yang ingin saya jelaskan pada yang baca (saya) dan lagi melihat layar dan menulis ini.
Dan saya setuju kata Imam besar yang saya dengar di yutub, “masyarakat itu tempatnya salah. Ia menganggap thomas alva edison gila, tapi nyatanya mereka memakai hasilnya.”
Sudut pandangnya itu keren.
Lingkungan sibuk berpura-pura, oh cewek itu saya ingat kembali, sudah lah hati-hati di sana dan jaga diri, saya selalu menghargai keputusan akal sehatmu.  
Sebenerna aing teh nulis naon?
Diam ini membuat saya tidak produktif. Hidup saya enak. Sangat enak sehingga saya tidak harus melakukan apa-apa lagi, tapi tolong ingatan saya lagi, itu menipu. Saya harus bergerak.
Manusia diciptakan memiliki akal, seperti alat yang lainnya, itu tergantung yang menggunakan.
“Akal itu yang membuat manusia mulia.” Itu kata guru saya waktu SMA, tapi saya tambahkan. “tergantung orangnya juga.”
Itu sebuah alat yang bisa membantu dan menyusahkan. Itu bisa menyembuhkan atau membunuh. Seperti filsuf yang hebat-hebat itu, mereka dengan bangganya telah menemukan sesuatu, dan menganggap dirinya Tuhan. Itu malah membunuhnya.
Alloh telah memberi kita hati juga, Subhanallah.
 Meski kini saya jarang mengingat orang terpilih Tuhan untuk menyebarkan firmannya, hingga itu sampai kepada saya. Saya tak pernah ingin menganggapnya tidak ada, saya lebih tidak mau terseret arus globalisasi ini. Ketika orang-orang menjadi pintar dan maju. Mereka memang hebat dan mulai bertanya tentang orang yang mengajari kami sehingga menjadi beragama dengan pencapaian dalam logikanya. Bahkan mereka bertanya Tuhan.
Orang-orang bisa saja mengira bisa hidup tanpanya. Karena dunia terlah meluluhkan hatinya. Tapi mereka tidak tau apa-apa.
Saya tidak tau kebenaran tentang hal ini, saya golput. Kadang saya terpengaruh, tapi saya tak bisa hidup sendiri, dan menolak mereka. ini yang sedang saya tanyakan pada idola saya, semoga ia membalas pertanyaan saya. 
Saya kadang melihat, dan menilai, orang-orang selalu mengerjakan yang ia benci, mungkin salah, tapi itu yang saya tangkap. Dasar orang. Andai saya pokemon.
Itu nggak masalah ga. Biarkan saja.
Pengendalian diri. Setiap orang adalah Naruto, yang ditugasi menjinakan musang ekor 9 yang kita sebut nafsu. Tentang apa yang diberikan oleh Tuhan selama ini, di beri kaya kau akan bagaimana,diberi jabatan kau akan bagaimana, diberi pujian kau akan bagaimana?
Sejujurnya jalan lurus saya sering terbelok karena itu. Yang membuat kita sadar adalah cacian dan hina. Itu pait tapi obat.
Ini bukan tentang keberhasilan anda dengan apa yang anda sadari dari akal mu, tapi tentang seberapa goyah kau diuji ketika kau berpikir seperti itu.
Hasil yang kau peroleh mana mungkin kau dapatkan tanpa apa yang ia beri.
Ada sedikit kesombongan dan itu adalah musuh manusia. Dan saya termasuk juga. Meski orang kadang menyebut saya mirip tupai.
Musuh utama mu adalah dirimu sendiri, malah saya baru teringat kembali saat menulis ini. Padahal ini sudah ku sadari lama. Jika saya hidup sendiri dalam hutan saya tidak butuh uang, karena yang saya mau di sana tak perlu uang.
Tapi hidup di kota memang begini, terpaksa saya btuh uang. Dan hidup bersama orang yang dicintai, agar mereka tak hina karena sudah ku habiskan.
Tapi hidup dimana pun, sehebat apapun, selalu butuh Tuhan. Alasan yang kau terima sebenarnya tidak cukup membuktikan. Saya ditak ingin debat dengan orang yang berpikir dia selalu benar, dan ini juga bukan sebuah jawaban atau kau harus menerimanya. Jika tak suka abaikan da bukan untuk mematahkan pernyataan siapapun.
Ini bukan soal apa yang kau dapatkan, tapi bagaimana reaksimu setelah Tuhan memberi itu. Oleh karena itu berterima kasih lah pada Nabi mu yang sesungguhnya mengajari kau banyak-banyak yang kau tolak banyak-banyak. Karena kau hebat mau mencari sendiri.
Karena sesungguhnya ia telah dipandang “hina” oleh mereka, dan memakannya sendiri untuk kita. Dan kini habis lah hina, jangan kau campakan ia. Karena ia akan memakan “hina” mu lewat ajaranya. Sampai kau sadar. Begitu hebat Tuhan bisa menciptakan orang yang merasa hebat tapi jelas-jelas ia sendiri ciptaan Tuhan. Tapi ia malah menganggap dirinya Tuhan. Itu lah titik hina orang yang akan diberi tahu oleh waktu, ia tak akan tau. Tapi ia akan merasa dan kau butuh ajarannya. Karena itu agama selalu mengajarkan rendah hati sehebat apapun kita.
#radabeurat

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 31 Januari 2013

Curahan hati seekor kecoa


Aku tak berharap dilakhirkan dan tinggal di kamar atau di wc mu. Kadang aku tak diperlakuakan sebagaimananya kecoa pada umumnya. Aku juga punya hati, Mas! Punya, Mas!
Kecoa itu menangis di dalam kepedihannya. Tolong mengertilah! Aku memiliki keluarga yang harus aku pikul. Jika aku mati di sapu harga lima ribu, nanti anakku makan apa? Mereka masih kecil dan memiliki cita-cita, menjadi kecoa yang sukses. Bisa terbang dan melayang dilangit. Aku sebagai orang tuanya pasti akan bangga dan bilang ke tetangga, “itu anakku! Itu anakku!” sambil ngambil cemilannya.
Mungkin kalian manusia bertanya-tanya mengapa aku diciptakan? Sehina itukah aku? Seekor kecoa? Yah, memang aku akui aku memang hitam, bau, bertempat tinggal di hotel bintang kejora. Di pengkolan got Pak Eman.
Maaf juga buat Mbak Tati yang sering aku kagetkan ketika mandi. Jika aku manusia, Mbak, aku akan memperjuangkan seluruh jiwa raga hanya untuk mu seorang. Meski kau sudah berumur 74 tahun.
Begitu melihat kaki seseorang, rasanya begitu nafsu ingin menggauli jempol itu, maka jangan heran kalau aku malah mendekati meski kau sudah menakuti dengan kaki kalian manusia. Percuma!
Terkadang para manusia itu senang ketika aku berlari keracunan terkena Hit, Forcemagic, shampo, atau bau cangcut yang kau beri hingga kaum ku tewas dengan terhormat. Kawan-kawanku yang sudah mati tak pernah malu. Ia mati terhormat. Namun pintaku satu, jangan jajan sembarangan. 

Read More/Selengkapnya...

Senin, 17 Desember 2012

besar adalah jalan satu-satunya


Sangat menyedihkan jika diam dalam kebenaran seperti ini. Tak ada anggaran yang dihasilkan sendiri, bukan ingin berkuasa, besar adalah satu jalan agar orang kecil yang merasa besar dengan apa yang ia kenakan tidak mengusik keluarga dan orang-orang yang saya sayangi. Terpaksa menjalani sistem berengsek negara yang harus dibela, bagiku sampah, tapi jika tidak ada pilihan, aku terpaksa harus menyatu bersama sampah. Tertawalah dalam kemewahan tolol yang kalian banggakan dari hasil merampas dan membodohi orang kecil. Lalu kalian berikan senyum fatamorgana yang cukup untuk menghasut mereka. Dalam pikiran mu sepertinya penuh dijejali ambisi dunia yang ingin kau taklukan dengan cara yang tidak keren. Dan Tuhan sepertinya kecewa pada kalian.
Karena itulah menjadi orang besar adalah jalan satu-satunya.
Semakin saya sadar bahwa nilai-nilai yang diajari Mama pada saat saya balita itu benar, dan itu tidak disetujui oleh sistem negara yang kapitalis liberalis, dengan keadaan seperti ini kebenaran itu tak akan dianggap, oleh karena itu menjadi besar adalah jalan satu-satunya.
Seharusnya yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, jangan kau anggap kebenaran hanya milikmu dan menyalahkan orang yang tak bisa berbuat apapun saat kau salahkan. Karena itu menjadi besar adalah jalan satu-satunya.
Saya ingin hidup dalam kesederhanaan tanpa terkendala faktor finansial, karena itu menjadi besar adalah jalan satu-satunya.
Omong kosong, saya harus berkata itu dan kalian akan mendengarkan, dan orang-orang yang yang hidup dalam ketololan menikmati kekuasaannya dengan menghapus nilai-nilai kebenaran pada mereka dengan cara yang halus, karena itu menjadi besar adalah jalan satu-satunya.
Kalian bebas menjalani hidup seperti apa, tapi jangan usik kehidupan mereka.

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 15 November 2012

Semua berawal dari 20 tahun lalu,

Kadang saya merasa sendiri, saya memang tidak terlalu memikirkan yang lain, kadang saya memikirkan diri sendiri, saya ini apa, semacam mahluk apa? Serangga kah? Amfibikah? Buku filsafat belum saya baca sampai habis dan saya belum memikirkannya. Tentang arti dari keberadaan, mungkin ada dan mustahil.

Saya sering mengeluh, dengan kenikmatan yang tak terkira ini, kadang Saya baik, kadang tidak terlalu baik, tapi Saya memang begini.
Kesendirian ini, membuat saya mengerabah kamar Mama yang dulu adalah tempat tidur saya, saya tidak berani tidur sendiri waktu itu, karena cerita hantu kaka yang saya dengar dulu, 
untuk ukuran laki-laki, saya  termasuk manja, karena bungsu, anak terkhir dari 3 bersaudara, paling sering dipeluk orang tua,
sudah banyak yang saya lewati sampai saya berdiri disini sekarang, begitu juga orang-orang disekeliling saya,


Saya mendapati album foto, saat saya masih kecil, saya ganteng, unyu, senyum yang terurai digambar itu kapan saya dapatkan lagi? Tidak akan pernah. Karena saya berkumis dan upil saya lebih gede, jerawat juga.



Pikiran saya meluncur pada waktu yang sudah saya lewati, bukantentang hebatnya saya menaklukan beberapa masalah yang tidak terlalu besar, tapi ketika saya masih kecil, di mana dengan menangis semua masalah beres,
Dan semua berawal dari 20 tahun lalu,  yang membentuk diri saya menjadi seperti ini, saya yang sekarang entah berbeda atau sama dengan yang sudah terlewati. Orang lain yang menilai dan saya harap tetap menjadi saya sendiri.



Saya bukan orang tentar, bukan orang hebat, kadang orang melihat saya tidak menarik sama sekali, berbeda dengan teman-teman saya selama ini, cobaan selama ini adalah proses, karena instans pun tak akan berjalan dengan baik untuk langkah lebih ke depannya, Tuhan selalu tau, dan jangan coba-coba sok tau hahaha


Semoga saya akan menjadi imam mu, berjalan bersama sama dalam kebaikan dan kebenaran,

jika ada pertanyaan apa rasanya menjalani hidup selama ini, jawabannya, saya merasakan apa yang kau rasakan, meskipun kadang saya lebih beruntung atau lebih sial dari semuanya, tapi saya yakin posisi dimana saya berdiri adalah kebaikan Tuhan untuk saya,


mungkin saya belum pernah mengalami semuanya, tapi foto-foto itu membuat saya merasakan berjuta rasa,
 mengingatkan kembali Kasih sayang orang  tua yang saya abaikan, padahal itu adalah unsur terpenting selama saya hidup,
saya memiliki sudut pandang yang berbeda dari orang lain karena Mama Papa mengajarkan saya seperti itu,
HBD to me :*
Thanks god, atas semua yang kau berikan,

Read More/Selengkapnya...

Senin, 29 Oktober 2012

kembalilah padaku


Kau tak pernah berfikir tentang dirinya betapa mempesonanya aku. Percuma kau setiap hari memakan otak-otak kalau otak kau tak pernah kau pakai dalam mengarungi kehidupanmu yang penuh dengan perjuangan. Sadarlah aku yang terbaik.
Kau memperlakukanku seperti peserta base camp. Perintahmu selalu membuatku lelah sperti push up 50 kali, skot jump beberapa kali, aku lupa menghitungnya.
Kau memang baik, ketika kau ingin meminjam motorku. Sadarlah, keluargaku bukan tukang ojeg yang selalu bisa meminjamkan mu motor. Tidak ada spanduk, “Motor maju jaya” di depan rumahku. Kau salah, sayang. Salah! Kecuali kau meminjam hatiku, aku tak segan memberi itu dengan bonus VCD Agung Hercules Full Song. Serta Tips memelihara cupang dengan baik dan benar.
Kembalilah padaku dengan membawa kolak. Aku haus akan cintamu di hatiku. Kembalilah padaku, tapi jangan kau pinjam motorku. Namun jika aku berubah pikiran, jangan lupa isi bensinnya.

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 20 September 2012

Night mare

 Saya biasa dipanggil James oleh para atasan saya, baru duduk di universitas lebih bagus dari ITB yang baru semester 3 dan ip selalu kurang dari 3. Tapi nyaris dapet 3. Saya kadang merasa risih dengan pandangan mereka yang memandang saya sebagai mahasiswa rajin, telaten dan teladan. Karena saya meiliki pekerjaan sampingan yaitu bandar menyambung undur-undur. Padahal kan itu biasa. Yap, terima kasih saja lah kalau ada pandangan positif meski saya hanya menganggap saya mahasiswa biasa seperti orang lain. Sama-sama memiliki bulu pantat yang nggak terlalu panjang. Sebelumnya saya tak peduli dan akhirnya mengalami kejadian mistis yang menambah wawasan dan ilmu pengetahuan saya di ilmu otomotif sehingga menambah amal soleh saya. (nyambung ga?). Malam itu saya hampir tertidur. Lampu kamar merk "boolh herang" sudah dimatikan dan sudah membunuh dua kecoa yang unyu beud di ujung kamar yang penuh dengan rambut keriting. Tinggal membaringkan tubuh sexy ini dan memejamkan mata tak lupa berdoa supaya mimpi bisa kencan sama Caca Pradita. Tapi kayaknya itu nggak akan terwujud karena mamih yang sewenang-wenang menyuruh membuang anda(sampah). "Mih, apa benar apa yang terjadi sekarang? Ketika mamih menyuruh saya membuang benda itu keluar?" yang saya maksud itu sampah. Mamih pun mengeluarkan argumentnya yang membuat saya terpojok dan akhirnya ... JEGER. Saya kalah dalam perdebatan yang sengit. Saya mengambil 2 tumpukan sampah yang dibungkus keresek di dapur yang kurang terisi cahaya. Saya hampir membuang muka, karena saya kira sampah. Ah, tapi saya nggak terlalu jelek juga. Begitu berat sampah yang terbungkus dua kresek besar ini. Kira-kira sama beratnya dengan sampah yang saya pegang. 3 bulan disuruh buang sampah kayak gini saya bisa jadi ade rai. Nggak usah ke gym atau tempat olahraga lainnya. Saya melihat ada bungkus indomi di dalamnya, ngorek dikit, kliatan bungkus akua. sampai ga sadar, saya jadi terus-terusan ngoprek sampah. Hujan di malam itu benar-benar membuat seram suasana. Suhu pun menjadi sangat dingin. Suhu dingin seperti ini mengingatkan saya pas waktu di Eropa sana. Dinginnya sama. Dengan memakai boxer saya benar-benar terlihat seperti tukang sampah asli. Oh, tidak! Cahaya lampu membuat rintik hujan yang jatuh dari langit terlihat. saya baru ingat kalau sekarang malam jumat. Tedeng!!! Saya langsung merinding. Takut ada sosok yang saya takuti, kecoa unyu beud. Saya semakin merinding ria saat sampai di pengkolan gang Haji Gofur yang sepi. Konon di wc dekat sana pernah ada suster keramas. Kemudian suster itu buang air. Namun parahnya nggak di siram. Saya semakin ketakutan mengingat ee-nya yang berserakan. Bibir saya mingkem menahan rasa takut. Kepala geleng-geleng mengingat derasnya persaingan bau ee sama bau sampah. Saya takut untuk melewati gang yang misterius itu. Jika saya harus ke tempat pembuangan sampah tak mlewati jalna itu, saya harus memutar lewat gang Haji Gofur part II. Tapi sama saja di situ ada wc juga. Ketika itu mental saya sedang labil dan saya memutuskan lewat gang Haji Gofur part 346. Saya menyusuri gang itu dengan penuh percaya diri. Di kelilingi sisi-sisi rumah yang membentuk jalan gang. Entah kenapa kontrakan yang saya lewati begitu sepi. Apa hari ini ada hari petak umpet sedunia? Saya nggak tau, yang pasti membuat suasana semakin horny, eh horor maksudnya. Tapi saya coba memberanikan diri untuk kesekian kalinya. Saya terus berjalan mengarungi beberapa meter gang dengan susah payah karena beban sampah. Tapi akhirnya tempat pembuangan sampah itu terlihat. Saya tersenyum, misi hampir selesai. Sepi seram mencekam. Seiring kaki melangkah saya bertemu sosok tuyul yang sedang mengelas body mobil. Ternyata kemajuan tekhnologi mebuat semuanya berubah. Sampai ke dunia hantu segala. Dan parahnya mengubah style, tuyul itu memakai baju band The Virgin. Sepertinya tuyul itu salah satu fans Justin Bieber, soalnya terlihat dari mukanya,
 
 Dompetnya memakai rante. Barangkali dia takut di copet sama tuyul yang lain. Saya harus berani melewati tuyul itu. Harus!!! Agar perjuangan saya melawan rasa takut tidak sia-sia. Saya pergi kewarung membeli m 1 50, bisa. supaya bener-bener bisa melewati tuyul itu dan berhasil membuang sampah. Setelah sampai saya melempar sampah di tangan kanan, sampah itu harus di lempar agar masuk ke tempat sampah yang berbentuk bak besar. Distu ada peraturan harus memasukan sampah ke dalamnya. karena jarak saya dengan bak itu tak terlalu dekat, saya gagal memasukan kedua sampah yang ada di tangan kanan kiri. Meski gagal masuk, saya tak peduli dan pulang. Tak mengikuti her remedial dan sebagainya. Tapi saat berbalik, tiba-tiba sosok tuyul pangki itu mendekati saya. Saya ketakutan dan AAAAAAAAAA Tuyul itu memegang tangan saya. kemudian berkata. "jang,mun buang smpah yg bnr." sy tak menghraukan'y dan plg.

Read More/Selengkapnya...