Hello, My name is Gilang Novanda. You can follow me on my twitter @gilangnovanda, Cheerrsss :D

Kamis, 21 Januari 2016

BAND

anak band
2012
band. hampir semua remaja menganggap bahwa menjadi pemain band adalah hal keren. begitu juga saya dulu. dan saat asumsi keren terhadap band itu memudar, saya masih punya band. yang nggak keren pastinya.

mau nggak mau harus terjebak bersama dua orang yang rasanya menyenangkan bisa bersama. kasian band kami, nggak punya nama. padahal band ini terbentuk pas kelas x sma. bukannya malas, kami semua coba mencari nama band menghubungkan  sesuai gendre musik yang kami mainkan. tapi itu susah karena band ini alirannya sesat. saya bingung mau ngasih nama apa. apa laknat band bagus?

tiap brifing atau latihan, paling ngebahasnya film porno, atau cerita cinta dirinya yang malah mencintai dirinya bukan aku. keluar dari pokok bagaimana kami seharusnya berkumpul untuk bermusik.

pada awalnya, band ini punya 4 personil. satu personel yang keluar adalah si hamdan, itu nama bapaknya, karena sering nyebut nama bapak saya juga sih. dia keluar karena nggak kuat karena band ini nggak ada kenaikan gengsi. saya nggak akan menuntut kegengsian itu karena bukan bbm subsidi.
soal prestasi, band kami cukup prestisius. ini serius. saya sendiri mengklaim bahwa band saya ini terbaik di sekolah kami dulu. ya kali. kalo emang bukan, berarti saya ngaku-ngaku.

kami kalau bawain lagu barat suka dicampur bahasa sunda.
tujuan band kami cukup sederhana, yaitu menghancurkan dunia. serta menjaga aliran dana transparan saat patungan membayar studio. tidak ada penipuan, korupsi, nepotisme, gratifikasi, dan lain-lain. kami bersih.
mari kita kenalan dengan personil yang bikin kalian nggak penasaran .
sebagai vocalis saya ditakdirkan untuk fals. sekaligus rytem yang suka lupa grif. kita tampilkan... saya sendiri. mohon tepuk tangannya jangan banyak-banyak.
ada rusdi jadi gitaris. dulu dia megang bas. tapi karena kepergian hamdan yang sebelumnya jadi gitaris, dia mengisi kekosongan itu. tapi posisi dirinya dihatinya belum ada yang mengganti.
ada oki di drum. disimpan paling belakang kalau di panggung. atau jangan ada di panggung lah. nyempitin.
suatu  hari saya diajak ngejam sama band yang alirannya lagi ngetrend saat itu, aliran screamo gitu. sebut saja namanya saur emak band.
si rusdi tanpa pikir panjang langsung bilang “hajar-hajar weh.” saya dengan biasa-biasa saja juga bilang, “hayu wae.” si oki juga bilang, “insya allah.”
dengan lumayan suka latihan, saya yakin nggak akan malu-maluin. meski cuma latihan bareng sama band temen tetap harus maksimal. setidaknya bisa menunjukan siapa kami menjadi kepuasan tersendiri.
menjelang latihan, oki tiba-tiba tidak bisa ikut. kami tanpa drumer seperti burung tanpa sayap. namun itu sudah terlanjur diboking. sayang dengan uang dp yang hangus kalau dilewatkan.
dengan gentle, saya dan rusdi dan bas, temen rumah, dan songok, temen sma, tetap menghadiri latihan itu.
saat masuk studio, saur emak yang membawakan lagu andalannya. dengan aliran metalnya studio band dibuat mencekam. lagu teriak-teriakan oa oi.grrrrr.hhmmmm. yang saya dengar liriknya gitu.
begitu juga dengan lagu kedua dari saur emak band, studio kembali dibuat mencekam. saya tidak menyimak lagu kedua dari band itu karena fokus main game snake di hp.
setelah selesai, para personil saur emak meninggalkan tempatnya dan mempersilahkan band kami yang tanpa nama untuk segera latihan. karena oki tak bisa hadir dengan terpaksa, saya yang mengisi posisi drum.
saya jadi ingat band kelas pas sma kelas 2. saya diposisikan sebagai drumer. hapid jadi vocalis, paris jadi basis, norman dan tia jadi gitaris. nama bandnya waktu itu cts 13. band tersebut adalah menunjukan sisi akrobatik saat manggung. contohnya saat pertama kali. maksudnya yang pertama dan terakhir cts 13 manggung banyak momen-momen yang bisa diambil hikmahnya.
waktu itu saya berhasil menghancurkan musik. semua berhenti pas saya menjatuhkan simbal. stik drum ikut terlempar. musik berhenti. dan semua personil tertuju pada saya. saya mengisaratkan untuk terus bermain. jangan berhenti nanti saya masuk lagi ke musiknya. semuanya malah diem.
musik cts 13 cukup variatif. dari semua personil nggak ada yang nyambung. si norman, tia, paris gripnya beda-beda nggak tau kemana. si hapid nggak peduli musik yang penting nyanyi.
dan alhamdulilah ada satu penonton setia yang mendengarkan musik kami dari awal hingga selesai. tapi kami semua tau penonton yang satu itu lagi nggak sadar.
sudah lupakan. kini saya harus kembali main drum. pasti akan sangat kaku.
“lagu apa?” tanya saya ke rusdi.
“3 titik hitam.” jawabnya.
“emang saya bisa?” tanya saya lagi.
rusdi bingung “eh, udah biarin.” saya tetap bermain drum. sedangkan songok menjadi basis dan bas menjadi gitaris.
lagu dimulai. rusdi memainkan gitarnya. songok masuk dengan basnya. juga bas mulai mengiringi dengan gitarnya. saya mencoba masuk. intro pertama oke. saat saya mencoba masuk ke bagian reff musik hancur dengan sendirinya.
saya sudah mencoba yang terbaik. tapi ini terbaik. yaitu dengan menghentikan lagu. musik acak kadut di tengah.
bas tiba-tiba ijin keluar studio dengan alasan ada yang telepon, padahal dia malu. 
nggak sampai satu lagu, kami memberikan lagi alat musik kepada saur emak band. kami mengantisipasi agar dunia tidak jadi hancur. saya nyengir ke rusdi dan songok. mereka tertawa geli.
band saur emak merasa diatas angin. mereka seperti punya segalanya diandingkan dengan band tanpa nama ini. saya berharap si oki datang. ceritanya nggak akan gini. mungkin bisa mengatasi kehancuran dunia. bas tak pernah masuk lagi. sepertinya dia sedang ditelepon mamahnya, papahnya, bibinya, uncle-nya dari garut. lama sekali menerima telepon.
lalu kami tetap melanjutkan lagu. dengan aliran regee. dan masih acak kadu pula. besok-besok kalau oki datang, kami benar-benar akan menghancurkan dunia dengan band kami. maksudnya band kami akan membawakan lagu yang hancur.
saya tidak peduli dengan reputasi. tapi bisa bermain musik bersama teman-teman akan sangat menyenangkan. dan kami akan menghancurkan dunia dengan musik. minimal menghancurkan harapan kami untuk tidak bisa menghancurkan dunia.

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 02 Januari 2016

PANAS

panas.
aku menyalakan kipas angin berdiri yang sering terjatuh. mungkin karena hawasi membelinya dengan harga yang murah.
di sini berbeda dengan tempat tniggalku. disini panas sehingga setiap malam aku selalu menyalakan kipas angin yang tak pernah aku pakai sebelumnya di bandung.
ini adalah pengalaman baruku sebagai anak rantauan. pertamakali ngkos & bekerja. jika aku boleh jujur proses mengembangkan diri ini sangatlah lamban. mungkin karena aku sangat ulit untuk mengubah kebiasaanku selama tijnggal dibandung.
sebelumnya aku numpang di rumah kakak ku. tak ada masalah. yap ada masalah kecil yang menggunung. yaitu  sulit keluar dari kebiasaankusebelumnya. bermalas-malasan.
 dimana aku berharap setelah aku pergi merantau. aku benar-benar hijrah dari semua kebiasaan burukku. memang terlalu banyak hal yang harus aku ubah. memang tidak mudah. tapi bukan berarti tidak bisa.
selama ini aku selalu menjadi orang yang itu-itu saja. melakukan rutinitas yang biasa-biasa saja. apa yang terjadi selama ini membuat aku dapat memprediksi dari apa yang terjadi pada kejadian sebelumnya.
entah, aku ingin berbagi kembali. lebih jujur. lebih berani. maksudnya lebih mau menunjukan dan menerima bahwa aku hingga saat inin masih seorang pecundang. setidaknya itu lebih baik dari menutup-nutupi bahwa aku adalah orang yang hebat.
padahal banyak orang yang aku merasa lebih pecundang daripadaku.  tapi itu terserah mereka. aku memang benar-benar seorang pecundang.
banyak hal yang bisa aku dapatkan sebenarnya. tapi hatiku merasa bersalah, akarena aku merasa telah membohongi diri sendiri.
ada kalanya ketika aku merasa dicintai. aku merasa sebuah subjek dari sebuah objek. aku manusia yang memiliki ruh. passion. yang merasa cukup untuk menggerakan jiwa.
ternyata mereka adalah orang-orang yang sederhana. dan aku tidak malu mengakui bahwa aku seorang pecundang. tak ada jawaban. hanya berjalan beriringan dan saling menemani sepanjang jalan.
banyak orang-orang hebat diluar sana. aku bisa bergaya seperti halnya mereka. tapi mereka tau bahwa keindahan kita berbeda.
bukanya aku tak bisa, tapi hatiku merasa tak suka. aku coba suka, tapi aku menolak diriku yang seperti itu.
aku sangat menghargai orang yang juga sama menghargai aku. biarpun mereka merasa seorang pecundang. tidak peduli sebesar apa seorang itu, jika tidak dapat menghargai, aku merasa dia tidak berhak merasa lebih baik dari seorang pecundang.
orang-orang itu tidak melihatku didalam kamar. dalam usahaku yang setengah-setengah ini. entah sekuat apa aku berusaha, usahaku memang tidaklah cerdas.
untuk orang yang melakuakan segalanya sendiri, aku harusnya agak memaklumi aku sendiri. tapi, terserah, aku tidak tahu. aku hanya terus dan terus mencoba. biarpun segudang kegagalan ini menjadikan aku tidak mengerti sebenarnya apa itu gagal.
aku merasa rindu. perasaan rindu akan aliran hasrat yang menggerakan tubuhku pada tujuan merabah pembelajaran. terus dan terus sampai torsi langkah awal yang berat berputar mengikuti alunan ritme yang menggerakan kayuhan hidup.
kadang-kadang bingung kemana. tapi, ayunan itu terus berayun kuat menggerakanku ku ke tempat lain. entah kemana, ku merasa ditengah perjalanan ini adalah tujuanku padahal aku tidak tahu kemana tujuanku.

tuhan bolehkah aku terharu, terharu karena kekuatanmu yang kau berikan sepercik dan tidak apa apanya ini mampu menggetarkan hatiku. aku. mereka adalah aku. semuanya adalah aku yang seutuhnya. sejutakasih, bertriliyunkasih, aku kasih.

Read More/Selengkapnya...

Rabu, 02 Desember 2015

GARA-GARA GANTENG GANTENG SRIGALA

Setelah memberiskan kosan, aku bergegas membeli kopi lantaran stok kopiku habis. Seharus nya masih ada satu lagi, tapi si Hawasi tak sengaja menumphkakan kopiku kemarin. Saya memutuskan untuk pergi ke warung berjalan kaki meskipun jarak warung dari kosan agak jauh. Sebenarnya saya nggak tau dimana warung terdekat disini. Nggak apa-apa karena hari ini libur. Keep woles and keep tamfan.

Beberapa rintik hujan sudah turun namun tidak banyak. Langit sepertinya ragu untuk membasahi bumi. Klakson motor mengingatkan saya yang jalan terlalu tengah. Saya melihat pengendara motor itu. Ternyata anak berseragam SD. Pake helm besar. Logor. Kaya toge.

Saya melintasi satu sekolah dasar dimana bergelombol anak SD yang baru bubar sekolah. Tak jauh dari sana, akhirnya saya menemukan warung. Di depannya pun banyak bergerombol anak-anak SD yang nongkrong disana. Salah satu anak lelaki di gerombolan itu meneteskan air mata. Ah, paling juga ee di celana. Karena jaman saya SD, anak nangis itu kalau tidak dimarahi guru paling e’e di celana. Rasa penasaran terpanggil setelah salah satu temannya bicara agak keras, “jangan nangis.” Setelah teman-temannya tahu, anak-anak SD yang ada di sektar sekolah SD ikut bergerombol di warung.

Anak itu duduk di tangga warung sambil tertunduk. Kedua tangannya saling bertemu disela-selajarinya. Anak itu sedang merenungi sesuatu.
Saya harus bilang permisi karena tangga warung penuh diduduki anak-anak SD itu. Saya tak lantas membeli kopi, tapi menunggu jawaban rasa penasaran pada anak itu.
“Jangan nangis dong, masih banyak cewek didunia ini.”


 Dalam hati saya lantas berkata, “Anying.” "Ai kamu." Dan langsung membeli kopi. Medsos saya sepertinya akan dipenuhi quote quote lagi. Ini yang salah siapa? Disaat jaman saya, anak-anak sebesar itu kesibukannya adalah main layangan, kelereng, dan tazoz. Sekarang anak-anak pikirannya teralihkan memikirkan problema asmara terinspirasi drama cinta 300 episode. 
Dek, nanti kamu akan mengerti kalau perempuan itu selalu benar.

Ini pasti gara-gara ganteng-ganteng Srigala.

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 20 Juni 2015

Perahu Kertas

Aku sempat menyesal jadi orang malas. Aku menyesal. Hingga akhirnya aku terdampar di tempat akademis perguruan tinggi swasta yang sebelunya tak pernah ku bayangkan. Sebenarnya aku tidak penah membayangkan tempat dimana aku berkuliah. Itu tak pernah terbayangkan.
Aku tak paham betul menyadari apa yang aku senangi. Karena aku jarang mendapat respon dari orang lain tentang apa yang aku senangi. Itu seperti melukis di udara. Hasil dari apa yang telah aku kerjakan tak terlihat.
Aku sering dibiarkan sendiri. Aku berlindung di Sekoci yang terpontang-panting dalam gelombang besar. Setiap waktu selalu mengancam diriku. Kepalalku selalu pusing dibuatnya.
Seperti tak ada yang mengajariku kecuali dari setiap kesalahan yang ku perbuat setiap waktu. Selalu ada hukuman, selalu ada luka, namun dari semua itu, akan selalu ada obatnya.
Banyak yang bilang, saat harus bekerja itu berat. Itu harus selalu dilakukan setiap hari. Papahku berkata, dulu, waktu ia kecil, waktunya sering terpakai untuk bekerja. Mengangkat hasil kebun, mengangkat kayu, dan melakukan pekerjaan lainnya.
Dan kini aku menjadi anaknya, tidak ada cerita angkat-mengangkat seperti yang Papahku lakukan dulu. Aku menikmati segala hasil jerih payah orang tuaku. Dan itu sangat enak. Tapi, aku memiliki perjuangan yang tidak kalah beratnya. Memang aku tak pernah harus bekerja keras seperti itu, tapi bagiku, menyadarkan diri akan kenikmatan ini adalah perjugangan yang tidak kalah beratnya.
Ini lucu, kadang berat mataku untuk diangkat dari ketiadaan pekerjaan yang mendesak. Kadang berat keluar dari bisikan kenikmatan yang menyuruhku untuk selalu diam dan tak belajar. Bisikan-bisikan untuk bermain game dan internetan itu adalah bisikan paling berat untuk dihiraukan.
Aku baru saja bermimpi, maksudku, benar-benar mimpi dari tidur. Aku berada di reuni SD, SMA, dan Kuliah dalam satu ruang dan waktu.
Itu mimpi aneh. Seaneh apapun mimpi, dalam mimpi kita menganggap itu biasa. Tapi saat bangun, baru kita sadar mimpi itu tidak logis.

Masa terbaik dalam hidup adalah saat belajar. Anehnya, hidup akan terus belajar. Dimana ia mengenalkanku pada banyak hal, mempertemukanku pada hal baru, memberiku pelukan hangat, membawaku pada teman-teman.
Aku melihat Aswin, Diki, teman teman SD juga, Yayan eko, Pawit, tapi yang tak pernah aku lupakan,

Kecenganku yang sudah menikah, melihat aksiku, melihat apa yang saya lakukan untuk mendapatkan dia.

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 18 Desember 2014

Rumus wae bari jeung eweuh hartina

"Rumus wae bari jeung eweuh hartina"

Petikan syair berirama berjudul "yeuh" dari panas dalam karya pidibaiq tersebut membeberkan realitas bahwa hidup tidak perlu memakai rumus yg tidak berarti.
Sekolah dan perkuliahan selalu menjejali kita rumus selama berlangsungnya pelajaran di dalam sekolah. Tapi kebanyakan dari itu, setelah keluar dari ruang sekolah, rumus itu selalu dilupakan. Orang2 selalu kembali menggunakan pengalamannya yg bebas untuk kehidupannya,
Rumus itu memang tidak berarti banyak karena tidak terjadi langsung pada kita,

Kamu dapat apa dari pelajaran kampus?

semua sia2 seperti belajar di tempat formil, saat lulus semua kembali ketitik nol, perlu belajar lagi dari awal mengarungi kehidupan yg baru,

Ranah sekolah dan ranah kehidupan berada dalam tempat beda yg sukar bersatu,
Teori2 itu kadang tidak mengajari sesuatu dalam kehidupan,
Bahwa kata2 itu hanya sebuah kiasan indah untuk mengisi pelajaran kami,
Kami dipaksa menyukai itu,kalau tidak kami tidak naik kelas.dan org2 bodoh dengan sendirinya membentuk mentalnya sendiri agar lebih kuat dari tatapan sinis pihak akademis. Bisa juga menciptakan kelompok oposisi.

Semua Selalu berbicara nilai akhir, rangking, kami salah tidak bisa mengahafal rumus2 itu, kami salah untuk ingin mengikuti apa yg kami suka, kami disalahkan orang tua karena memiliki nilai jelek,
Namun aku juga mengikuti ulangan, aku juga tau bagaimana org2 mendapatkan nilai itu, memang ada yg bagus karena hafalannya, ada juga yg bagus mengelabui penjaga, tapi mereka tidak pernah menghargai kejujuran kami,kami tetap salah dan kami dipandang sebelah mata,
Jangan heran kini negara kami dikuasai org2 yg cuma bisa menghafal jawaban untuk memberikan klarifikasi dan org2 yg hebat mengelabui.

kami kuliah itu untuk mendapatkan siapa diri kami, menetapkan bagaimana sudut pandang kami, menciptakan etika hingga sikap kami, bukan jadi org2 kategori perusahaan2 besar.

aku tidak pernah menyesal masuk jurusan diperkuliahan ini, sebabnya adalah aku menemukan aku sebagai aku.bukan bisa menghafal rumus.

Dan kecewa karena harus mengalah pada sistem, aku harus mengikuti apa yg mereka mau, sehingga semuanya menjadi sia2.
Padahal kamu bisa mencptkan produk kamu sendiri, tapi mereka ingin tetap aku tunduk dan patuh pada satu sistem.
Dan pendidikan akan menjadi sia2 dan eweuh hartina seperti sebait lagi dari panas dalam, tidak ada artinya.

Kami harus menjalani apa yg tidak kami percayai. Harusnya itu bisa teratasi.

Dan kita kembali kepada teori jaman dulu, seperti yg Charles darwin katakan, ada 3 kemungkinan dalam menghadapi kehidupan ini, 1. adaptasi, 2. imigrasi 3.mati

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 05 Juli 2014

Read More/Selengkapnya...

Selasa, 25 Maret 2014

MAHASISWA


Mahasiswa
2010
Saya bersama teman SMA saya, Norman, menyusuri Bandung untuk mencari informasi mengenai Universitas yang ada di kota ini. Saya sudah lulus tanpa meninggalkan masalah di sekolah. Selama SMA saya tidak pernah menjadi terosis atau anggota Illuminati. Saya bersih dan kini tinggal mencari tempat yang cocok untuk melanjutkan pendidikan.
Banyak yang bilang, ngambil jurusan komputer aja, soalnya nantinya gampang kemana-mana. Salah! Malah ribet kalau kemana-mana bawa komputer. Berat.
Saya mengambil brosur dari beberapa Universitas negeri ternama di Bandung. Cie. Padahal saya nggak yakin bakalan diterima di Universitas negeri manapun di jagad semesta alam.
Saya mencari jurusan sastra indonesia tapi nggak nemu. Saya waktu itu nyarinya di ITB. Mana ada tehnik belajar sastra? Saya baru sadar pas setelah itu. Untung nggak nanya ke satpam. Si Norman lagi ngangguk-ngangguk aja pas diajak.
Sebenarnya saya pengen merantau. Singgah di Kota orang. Merasakan bagaimana merindukan kampung halaman nantinya. Tapi percuma, saya nggak mungkin merindukan kampung halaman. Soalnya saya tinggal di Kota. Mungkin saya akan merindukan Kota halaman.
Mamah tidak setuju dengan usulan saya itu. Daripada dilempar piring, saya akhiri perdebatan dan memutuskan kuliah di Kota kelahiran saya, Kota Kembang, yang sebenarnya kembangnya tinggal sedikit tertipa gedung-gedung besar. Macet lagi.
Salah satu gedung besar yang saya ceritakan tadi kini menatap saya dari pinggir jalan setelah saya memarkirkan motor di jalan Dipatiukur. Saya mengunci motor dan mengunci stang. Saya enggan memanjakan maling. Hidup perlu ada usaha sedikit, Ling.
“Man, kita sudah besar.” Kata saya merangkul Norman sambil berjalan menuju universitas swasta itu. Norman hanya mengangguk. Mungkin dia merasa masih kecil.
Kami berdua masuk ke lobi dan mengabil brosur Universitas itu di meja panitia. Eh, bukan panitia, tapi sekertariat. Entah kenapa, feeling saya berkata bakalan masuk Universitas swasta ini meskipun hasil SNMPTN belum diumumkan.
Pas ujian SNMPTN, Saya ngambil ujian soal IPA. Pilihan jurusan di soal IPA pusing-pusing. Pilihannya jurusannya, matematika, kimia, fisika, pertanian dan lain-lain. Saya ngambil Psikolog UNPAD dan Ilmu Komputer UPI. Saya kurang tau kalau Psikolog di UNPAD itu bagus kata orang-orang. Dikirain gampang masuknya. Jadi saya sangat percaya diri kalau saya akan gagal di SNMPTN.
Setalah mengambil brosur, kami berdua kembali ke tempat parkir untuk mengambil motor. Saya melihat tukang batagor gerobak pinggir jalan dan mengajak Norman membeli batagor disana. 
Kami berdua duduk di trotoar dan memesan ke Tukang batagor yang keliatan senang. Batagor yang dijualnya ada dua jenis, batagor kuah dan kering. Saya memesan batagor Kuah, Norman memesan batagor kering.
“Man, jangan mesen batagor kering. Rugi.” Kata saya berbisik.
Norman menengok. “Kenapa?”
“Liat aja nanti.”
Dua mangkok batagor datang. Kami berdua melahap batagor sesuai pesanan. Norman semangat memakan batagor dengan bumbu keringnya. Sedangkan saya menghabiskan kuah tanpa memakan batagornya. Pas batagor Norman habis, batagor saya masih utuh.
Saya berdiri dari duduk, “Mang, minta bumbu keringnya ya.” Tukang batagor itu mengangguk. Saya menuangkan bumbu kering pada batagor yang masih utuh. Lalu duduk lagi di sebelah Norman.
“Man, kemana batagor kamu? Kenapa udah abis lagi?” saya nyengir.
Norman ketawa sambil geleng-geleng kepala, “Kamu bener-bener.”
“Kata saya juga apa, rugi kan? Saya mah dapet dua rasa, satu biaya.” Saya nyengir sambil memakan batagor dengan bumbu kering yang enak.
Malam harinya, hasil SNMPTN diumumkan. Kakak saya yang nganggur satu tahun sehingga jadi seangkatan dengan saya diterima SNMPTN UPI sastra jepang. Pas saya buka Nomor peserta SNMPTN saya, seperti yang sudah-sudah. Saya gagal masuk pendidikan akademis negeri. Baik SMP, SMA, dan Kuliah.
Saya sedih. Kapan giliran saya masuk negeri? Saya membuka FB, jejaring sosial utama saat itu, saya mendapati berita kalau teman-teman juga masuk Universitas negeri pilihannya. Bahkan Norman masuk sastra Perancis di UPI.
Saat itu saya masih remaja. Pikiran saya sangatlah pendek. Kenapa Tuhan selalu menunjuk saya gagal? Kapan giliran saya? Sempat kepikiran untuk kerja dulu dan menunda penididikan saking kecewanya. Tapi pada akhirnya saya harus mau menerima berkampus di swasta yang dianggap dibawah universitas negeri oleh masyarakat.
*****
Kini saya harus kembali. Kejalan itu. Jalan beraspal yang dipinggirnya banyak motor parkir liar. Saya parkir disana karena saya percaya saya mampu menjinakan lagi motor saya.
Saya kembali ke tukang batagor itu. Saya bisa saja menyalahkannya. Gara-gara makan batagor dua rasa satu biaya, saya jadi gagal masuk universitas negeri. Tapi sudahlah, saya sekarang masuk universitas ini. Dengan Cucu. Dia adalah teman SMA saya yang tidak saya kenali waktu SMA.
Alhamdulilah, saya diterima di Universitas Swasta, yang... hmm... no comment. Untuk memuji universitas saya sih jarang-jarang. Perguruan tinggi ini dengan senang hati menerima saya sebagai mahasiswa setelah membayar uang pendaftaran. Tanpa uang pendaftaran, entahlah.
Asalnya saya mengambil jurusan komputer, tapi saya batalkan dan memilih jurusan ilmu komunikasi. Saya berkonsultasi ke Ahmad, tetangga saya, jurusan Ilmu komunikasi itu belajarnya apa saja? Katanya, nggak ada pelajaran matematika. Yap, itu adalah penjelasan yang mampu mengubah haluan dari jurusan management informatika menjadi ilmu komunikasi. Karena nggak ada itungannya. Enak.
Saya datang sore hari untuk mengikuti mata kuliah kedua di hari pertama masuk kuliah. Tadi pagi sudah masuk mata kuliah dan mata kuliah ke dua di lanjut sore ini. Saya belum ketemu siapa pun. Maksudnya teman-teman baru. Karena Cucu tadi langsung mengajak saya pulang.
Saya berjalan sendiri dari parkiran menuju ruang seminar. Di jadwal tercatat pelajaran sekarang digelar di ruang itu. Entah dimana ruangan itu yang penting saya kumpul dulu di depan ruang sekjur. Biasanya sebelum masuk kelas, mahasiswa baru pada kumpul di depan sekjur.
Dan benar, ada beberapa anak-anak kelas IK-3, teman sekelas saya yang sebenarnya saya kenali selewat tadi pagi. Sebagai orang baru, saya linglung mencoba mencari tempat menunggu yang tenang.
Saya mendapati dua orang yang sedang duduk di batasan teras sekjur dengan halaman parkir terbuat dari papingblok. Mereka berdua tersenyum menyambut kedatangan saya. Tangan kami bersalaman bergantian dan saling mengenalkan nama, “Ade.” Pria botak yang saya salamin pertama. Dia tersenyum ramah. Model rambutnya sama kayak saya. Meski nggak ada ospek, saya digunduli. Mengantisipasi cewek-cewek pada ngeceng.
 “Panggil aja, Cupeng.” Kata pria stelan hitam-hitam yang saat bersalaman itu. Saya ingat percis dua orang pertama yang saya salami di kampus ini.
Dan bertanda apa? Ya bertanda bahwa kami mahasiswa dong. Nggak berapa lama, dosen memberi tahu masuk kelas dan para mahasiswa juga ikut masuk kelas.

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 01 Februari 2014

SURAT-SURATAN ke 2 (Bipolar)


Jangan dibaca sama orang zimbambue! Karena nggak akan ngerti.

Ini lah orang yang nggak pintar-pintar amat dan nggak bodo-bodo amat.
Lahir karena diskusi orang tua dulu
Manusia diciptakan dengan cara dan gaya berbeda
Engkau mungkin beda caranya, karena melihat dari teknologi porn.
Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Bukan Cuma kelebihan, tapi kekurangan. Keren.
Hanya harapan yang mampu memotivasi tindakan perjuangan
Besarnya harapan akan berbanding lurus dengan besar kecewa ketika tidak tercapai. Macam paket lah.
Jika ­air hujan merupakan representasi dari kesidihan di dunia ini, maka kau butuh.
Jika kemarau adalah representasi dari senang maka kau butuh.
Manusia mampu mengklaim paling benar, akan ada kekeringan di musim kemarau.
Manusia merasa paling salah, dunia punya masalah dengan musim hujan.
Dunia membutuhkan siang dan membutuhkan malam.
Dunia berkata dengan tuturnya, “ini bukan tentang benar atau salah.”
“Tapi keseimbangan.”
“Agar engkau selalu tahu bahwa posisimu harus mengabdi pada Tuhan yang Maha Kuasa.”


Read More/Selengkapnya...

Selasa, 14 Januari 2014

misteri

ini tentang misteri yg tidak sabar aku buka.tentu selalu berkaitan dengan hari hari ku yg tlah terlewati, tugas tiada akhir yg kunikmati, aku selalu merasa gagal jika aku tidak bisa menikmatinya. percuma sebuah kemenangan jika kau tidak bisa menikmatinya.
jika hari kemarin milikmu, berarti hari ini miliku.aku selalu merinduka itu, kadang tak bisa ku dapatkan karena kabijakan Tuhan. aku tidak tau apa maksudnya, tapi aku tau aku harus menghadapinya.
apalah pikiranku yg cuma bisa menilai ini buruk, Tuhan selalu memberikan cerita lain dengan banyak hikmah yg kau dapatkan.
jangan kawatir kau tidak memiliki itu semua.kau harus kawatir kalau kau berhenti semangat.
ini tidak akan mengobati semua, tpi masalah saat ini adalah ini.
besok kau harus mencari lagi apa yg harus kau cari, agar catatnmu terisi lagi.
masa depan yg melibatkan pikiran sedangkan masa lalu melibatkan perasaan #pidibaiq.
saya tidak akan ceramah, karena dunia sudah menceramahimu, tentang ini itu.

Read More/Selengkapnya...

Jumat, 27 Desember 2013

H U J A N

manusia pada hakikatnya sama, memiliki perasaan, tersentuhlah.

lintasan vertikal berwujud air jatuh membasahi bumi. hanya musik dan gemercik hujan sepanjang hari.
tempat bersanding hanyalah bumi baginya, mencair menggenang. tetesan rindu sesuatu yang hilang,
angin berhembus, mereka bersama-sama menciptakan bunyi, ada cerita pada setiap tetesnya.
Bumi selalu mampu bertahan dengan beribu tetesan air yang membasahinya,
Manusia selalu mampu bertahan dengan beribu tetesan air mata dan keringat yang jatuh bersama hujan,
Rasa adalah karya cipta,
Inilah bunyi cerita yang penuh dengan misteri, dengan segala energi yang bersinergi, entitas ke-gaib-an,
korelasi cerita bersama alam, sesungguhnya segalanya saling berkaitan seperti yang sudah dijanjikan
dengarlah, apa yang diceritakan gemercik hujan tentang dunia?

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 30 November 2013

enjing dei

angiiiin terbanglah, bawa uang kemari, laptop uing ruksak, kini masa depanku tersimpan dalam plesdis berisi tugas tugas, yang dicolok colok terus ke komputer umum, warnet, rental komputer, virus virus miskin terselip dalam plesdisk di setiap sekali colok.

"Hayu kadie,"
"Hayu ah ulin,"
"Hayu ah ,"

"Moal ah brooo,"

"KUnaon?"

"Biasa lah masalah klasik,"

yaaaah, gara-gara acung ngajak maen ps, gara-gara si ade ngajak ngopi, gara-gara si una ngajak ke ricis, gara-gara tagihan bola di mahmud, si hapit bayar tiket, si satiro rusdi riki ngajak ka cartil, si bas, si opik, licik minta di traktir, gara-gara laporan PKL ngeprint terus, gara-gara tukang donat ngabibita, gara-gara futsal 3 jam, s oki ngajak moto kereta, gara-gara mahasiswa


Read More/Selengkapnya...

Kamis, 31 Oktober 2013

anak tangga yang terbuat dari kertas



Ini kertas berisi unsur-unsur yang dibuatnya dari bahan baku yang manusia ulik. Setiap bulan saya selalu menulis cerita yang tidak menarik bagi kalian. Karena mungkin sayanya yang nggak menarik. Tapi saya terus saja menulis entah dari mana kebiasaan ini. Tapi catatan yang saya buat setiap bulan seperti anak tangga, dimana saya dapat melihat tahapan pemikiran. Juga dapat mengetahui saya berasal.

Read More/Selengkapnya...

Jumat, 27 September 2013

PEMBUKAAN

PERHATIAN!!!
Jangan dibaca terbalik dan jangan dibaca merem!

SURAT PEMBUKAAN
Boleh dibuka karena ini bukan rok
1.       Bismilahhirahmanirahim diawali dengan pujian yang maha Agung kepada Allah SWT yang telah menciptakan segalanya.
2.       Kemudian rasa syukur karena dapat diberi kesempatan hidup di dunia ini yang penuh teka-teki sebelum kembali lagi ke surga J.
3.       Assalamualaikum, boleh kau buka pintunya dan masuk ke dalam karena aku ijinkan.
4.       Boleh kau berharap aku akan menyuguhkan mu dengan teh manis dan segala kerupuk yang aku punya di dapur. Itu kalau masuk dalam rumahku. Tapi kau akan masuk dalam pikiran ku yang memiliki beribu alasan tentang dunia.
5.       Jangan lupa pintu dibuka dulu. Nanti kejedot.
6.       Entah apa ini yang menyebabkan aku hidup sejauh ini. Mana mungkin aku hidup tanpa cinta. Terutama dari Tuhan.
7.       Karena Tuhan bilang manusia adalah tempat salah. Maksudnya tidak luput dari salah.
8.       Aku  juga sering lupa dan akibatnya berbuat salah. Aku baru sadar, kalau aku manusia. Aku kira spesies apa aku ini.
9.       Dunia tercipta dari dulu sebelum nyoya menir lahir. Tempat manusia bersua satu sama lain.
10.   Anak balita yang masih suci berbaur dan menyatu. Orang yang sudah besar malah mengklasifikasi dirinya sendiri.
11.   Semua orang memiliki masalah. Tapi apa hakikat masalah sebenarnya? Sesungguhnya masalah bukanlah masalah jika kita menganggapnya bukan masalah. Masalahnnya ada di persepsi. 
12.   Bahwa lihatlah gunung meletus! Dinosaurus yang besar akan lari. Tapi manusia ada yang tetap tinggal di sana. Berarti manusia lebih besar dari dinosaurus dan gunung.
13.    Jangan salahkan nabi adam karena memakan buah terlarang. Oleh karenanya manusia batal hidup di sorga. Huuuuuuu....
14.   Jangan disesali hey manusia! Jika aku diposisi yang sama, aku akan melakukan hal yang sama J. Aku kira kau juga begitu.
15.   Bumi adalah tempat belajar sebelum manusia benar-benar tahu bagaimana menikmati surga.
16.   Bahkan ketika kau ingin masuk surga, kau tak pernah tau tempat seperti apa surga.
17.   Agama adalah peta menuju surga. Dimana rutenya banyak memiliki makna dari berbagai orang. Tapi itu selalu baik.
18.   Apa yang menyebabkan kalau dunia ini lebih indah dari surga? Adalah usaha yang membuat surga terasa nyata.
19.   Jika kau di surga kau akan diam, tinggal bilang mau apa, bosan. Mungkin.

20.   Kalau memang surga dan neraka tidak pernah ada, jangan takut, karena agama membuat mu dapat merasakannya. Yaitu di dalam hati. Berupa ketenangan. Bersyukurlah. Terimakasih Rasulullah.

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 29 Agustus 2013

teori anying edan

Malam ini ngantuk, aku lupa harus menyetor kata dalam blog. Dari tahun ke tahun topik berubah sesuai sudut pandagku yang bergerak menuju hal yang menarik sekarang. Dan ini sebenarnya terpaksa saya nulis hahahaha. Ini aku ada teori anjing edan. Dan isinya nanti saya kasih lain kali, semacam quotes, quotes apa terserah.
Dan belum aku ceritakan apa itu teori anjing edan. Karena filsafatku nilainya jelek. Aku kesal karena tak tau kenapa dosen pintar itu memberi nilai saya jelek. Filsafat bagusnya diterapkan langsung kedalam kehidupan. Bukan hanya dihapal. Seperti ketika di sekolah dasar, ada pertanyaan pilihan ganda
“Jika kau sedang mengerjakan PR, ada teman mu yang mengajak main, apa yang kau lakukan?”
a.       Menolak dengan halus                  b. Ikut bermain                 c. Bernyanyi di panggung X Faxtor

Aku contreng yang B, tapi disalahkan guru. padahal saya jawab jujur. Teman saya yang menjawab A, tapi pada kenyataannya dia ikut bermain, malah benar.
Mungkin SD boleh begitu, tapi ini bukan hapal-hapalan saja.Filsafat seperti belajar SD. Kebenaran tidak lagi diambil dari analisa fenomena disekeliling. Tapi selalu ada di buku. entah apa yang menyebabkan buku itu selalu benar. Teori apa itu, ngaruh dikehidupan mu? Edan !

Dan alasan yang paling masuk akal, aku Cuma main main hahaha....

Read More/Selengkapnya...

Selasa, 16 Juli 2013

manusia

Manusia adalah yang terbuat dari tanah ciptaan Tuhan melalui orangtua dan dipertemukan dengan banyak masalah. Dan seharusnya itu yang membuat manusia menjadi manusia seutuhnya. Apa yang sebelumnya manusia lupa dengan penciptanya, kesenangan yang tiada tara. Dengang sentilannya apakah mengingakannya kembali? Atau lebih brutal? Kau lah yang menyimpulkan dan mengerti bahasa sesamamu, tidak ada kebenaran etntitas Tuhan dalam materialisme. Kau lupa ini adalah bahasa Tuhan yang kau “dengar”. Ini adalah sebuah permainan. Dan hidup seakan sesimple itu. Ketika rumit memikirkan sesuatu kau nampak seperti kalah. Ketika tidak memikirkan sesuatu kau nampak tidak hidup.
Hidup adalah waktu tersisa diisi sebelum kalah Bagaimana ini ingin kembali Diri sudah terlanjut ada @panasdalam, pidibaiq
Bukan kah ini bahasa Tuhan? Dengan karya yang tercipta di alamsemesta. Cetar membahana tralala trilili. Tuhan berkata pada mahlukNya dengan bahasa yang seharusnya kau mengerti. Indikasi ini adalah sebuah kesadaran. Tentang bagaimana Tuhan ada. Bumi berkata manusia yang lemah itu sombong. Manusia yang hebat itu dapat mengalahkan dirinya sendiri. Bukan mengalahkan orang lain. Beruntung lah tidak tersiksa seperti naruto, kau juga memiliki iblis didalam dirimu sendiri. Manusia diam. Manusia diam. Itu tidak baik. Tuhan yang menyuruhmu memaksimalkan diri dengan terciptanya sebuah masalah. Kau akan lupa kau memiliki nalar, ketika kau tidak berfikir. Kau seperti tidak hidup ketika kau tak merasa. Manusia seharusnya senang dengan ia bersedih. Mengapa? Ia telah menggunakan hatinya sebagaimana mestinya. Parameter kesuksesan menurut manusia adalah uang. Tapi Tuhan selau berkata, bukan itu. Bumi adalah tempat manusia berkumpul. Apa yang menyebabkan orang jijik bertempat tinggal di tempat yang ia anggap hina? Itu masih lah bumi. Dimana tempat manusia diberi tempat tinggal oleh Tuhan. Menyelesaikan apa yang seharusnya manusia selesaikan. Manusia malah diam. Manusia akan selalu punya alasan untuk berhenti melakukan sesuatu. Begitu juga hidup. Mereka kadang mengkhirinya. Jika merasa sendiri, manusia akan merasa tidak berguna. Stak di tempat dia duduk dan melihat sekelilingnya tanpa makna. Lupa dimana dia sebelumnya dibentuk, dan lupa dia akan menyamankan diri di masa depan. Ia menatap langit. Matanya mengeluarkan air mata. Ia tidak mengerti mengapa. Tapi perasaan menjawabnya dengan tuturnya. Manuia itu berusaha tersenyum menyambut matahari bagaimanapun luka yang dibawanya. Bahkan untuk tersenyum sudah lumayan. Tapi manusia lain menghujatnya ketika ekspektasi yang ia simpan untuknya tidak tercapai. Bolehkan manusia itu bertanya? Manusia selalu bingung, memikirkan manusia. Hmmmmm....

Read More/Selengkapnya...

Rabu, 19 Juni 2013

Renungan warkop

1937 saya sudah hadir d bumi.percayalah pada jaman itu saya sedang duduk d warung kopi memainkan smartphone,meski begitu saya belum bisa dipanggil profesor.lalu apa guna smartphone?kasian hpku yg lama,dia mungkin merasa cemburu d dlam kamar,karena yg selalu d bawa adalah hp yg ini.sebenarnya jika baterainya masih menunjukan semangat yg bergejolak,saya akan mmbwanya tiap hari.kini setelah batrenya hanya bertahan 2 jam dari full hingga habis,lebih baik saya menidurkannya di kasur yg setiap hari saya pakai untuk tidut dan malas malasan.itu tanda penghormatan saya padanya.agar ia merasa saya bukanlah kacang yg lupa kulitnya.
Sudah 1945,waktu berjalan begitu cepat,dimana katanya negara indonesia merdeka,bukti adanya  semangat memperjuangkan nusantara.mereka bersatu mengenyampingkan perbedaan.seharusnya itu adalah warisan yg paling berharga.kini tanah airnya sudah menjadi bangunan megah yg dikhususkan untuk orang orang tertentu,dan airnya yg bersih sangat  mudah didapat,kalau sedang beruntung.
Bisalah kau melihat mereka yg menjadi wakil rakyat terlihat mewah,rapi,dan difasilitasi banyak hal yg memuaskan keinginanya.namun rakyat utamanya yg bukan wakil,seperti lupa memiliki negara,sebab memenuhi kebutuhan primer sudah menghabiskan segala pikirannya.
Seharusnya wakil adalah yg mewakili,segala aspirasi dan suara rakyat.namun mereka simpan dulu dengan alasan lagi pewe.nnnti kalau kursinya terancam tergusur oleh pemilu priode berikutnya baru ingat,tapi siapa yg menjamin?
Ah sudah 2000 jam 8 malam, gut bye

Read More/Selengkapnya...

Jumat, 10 Mei 2013

Harmonika


Biarkan aku mencair bersama melodi harmonika, aku benar-benar merasakan jiwaku menyatu dalam gelora alunan nada yang ku mainkan. Ini bukan masalah keren, dengarlah musik ini kau harusnya tau apa yang saya rasakan, aku benar benar manusia yang memainkan musik. Bukan terdorong hal diluar itu. Cintaku tak bisa ku pendam yang entah kapan akan mati. Gimana mood ku saja.
Ini bukan soal kuantitas, tapi kualitas .
Ini bukan soal reputasi, tapi esensi.
Coba kalian dengarkan aku bermain musik, jelas akan acak kadut karena saya belum terlaluJ
bisa

Read More/Selengkapnya...

Selasa, 30 April 2013

tetap tenang


Tetap tenang, itu urusan orang lain. Kau hanya bertanggung jawab atas dirimu. Kekecewaan, kesalahan orang lain, sakit bagian kecil dari hidup, masa harus ku ingatkan lagi?
Harus ya? hahaha
Gilang novanda 

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 30 Maret 2013

hooaaammzzz ....

hoho hihi malam meninggalkan sunyi bersamaku di sini tak bisa menahan pikiran yang sedang menina bobokan keponakan keponakan kesayangan yang berisik kalau siang dan diam kalau tidur, entah apa di mimpinya, mingkin dapat mainan baru, gpp asal soleh ya hehe
saya juga mu tidur di hari terakhir bulan maert ini, menghilangkan cape yang dari tadi saya bangun sendiri, sekarang mau tidur setelah nntn bola streaming,selama saya nntn di internet club celsi ini ga pernah menang tapi saya penasaran semoga saja hari ini tidak, dadah selamat tidur juga ya, aku juga sebenarnya ehmm... sudah sudah semalamat tidur selamat mat mar

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 28 Februari 2013

dunia


Dunia, kau biasa-biasa saja. Kau tidak kuat, tapi kenapa? meski, pemahaman saya terambil, ilmu saya terlupakan, pengalaman terhapus seiring hasil yang ada. Bagaimana tidak sedikit tipu daya dunia telah membuat saya lupa diri. tapi saya tidak kalah bung. hey kau, yang banyak komentar? apa yang kau lakukan? hanya bersenang-senang tak tau apa yang kau perbuat.
baca seluruhnya, baru simpulkan, 
Apalah kamu? Kau hanya cangcut bekas, orang lain suka, sebenrnya saya juga, tapi saya tahan untuk tidak mengikuti cangcut bekas itu. Semoga.

Liburan ini saya coba masukin tulisan menjadi bertumpuk hingga menjadi sebuah buku, tapi itu gagal lagi, mood saya menolak.

Melihat perpektif mereka sebenarnya saya pusing, bagaimana kelabilan saya harus ditempatkan. Saya terlalu melihat idola, sehingga mau tidak mau pemikiran saya terbentuk sepertinya. Saya tidak kecewa, dan menyesal, karena tahap itu sepertinya terlalu tinggi, dan orang seperti saya ini apakah mampu? Keyakinan yang saya miliki naik turun. Dan saya harus mengikhlaskannya. Juga tidak peduli.
“Keihlasan membiarkan diri tenang, pasrah membiarkan diri kalah,” yang katanya Pidibaiq seperti itu. Kalimat itu tidak sama, seinggat saya ajalah mirip-mirip. Tapi emang gitu, saya sudah revisi.
Dan kalimat yang saya ingat, “Di saat kunikmati hidup ini indah. Dan langsung pusing ketika aku pikirkan.”
Saya tanpa ijin mengambil katanya, padahal mungkin ia sudah lupa dengan saya saat kita bersalaman di cafe yang entah kapan saya ke sana lagi. Saya ada nopenya, tapi saya urung keinginan saya wawancara, karena
Tadinya saya mau nulis ini, tapi lupa. Jadi pindah topik aja biar ga pusing. Oh iya, saya juga menemukan artikel keren tapi saya lupa lagi. Jadi pindah topik lagi.
Oh iya saya baru inget, ini artiket tentang akal manusia. Saya sudah lamaaa sekali nggak baca. Gara-gara jejaring sosial saya membaca timeline dan beranda juga berita sepak bola, selain itu saya hanya membaca nomor rumah yang mau tidak mau harus saya baca waktu keluar rumah.
 Otak saya juga udah mulai beku. Kata-kata ilmiah yang pernah saya baca lama-lama dan saya hafalkan terkikis jadi lupa padahal saya kata itu sering muncul waktu debat politik. Yah, selain keren pake kata ilmiah, juga bisa membantu saya menjelaskan apa yang ingin saya jelaskan pada yang baca (saya) dan lagi melihat layar dan menulis ini.
Dan saya setuju kata Imam besar yang saya dengar di yutub, “masyarakat itu tempatnya salah. Ia menganggap thomas alva edison gila, tapi nyatanya mereka memakai hasilnya.”
Sudut pandangnya itu keren.
Lingkungan sibuk berpura-pura, oh cewek itu saya ingat kembali, sudah lah hati-hati di sana dan jaga diri, saya selalu menghargai keputusan akal sehatmu.  
Sebenerna aing teh nulis naon?
Diam ini membuat saya tidak produktif. Hidup saya enak. Sangat enak sehingga saya tidak harus melakukan apa-apa lagi, tapi tolong ingatan saya lagi, itu menipu. Saya harus bergerak.
Manusia diciptakan memiliki akal, seperti alat yang lainnya, itu tergantung yang menggunakan.
“Akal itu yang membuat manusia mulia.” Itu kata guru saya waktu SMA, tapi saya tambahkan. “tergantung orangnya juga.”
Itu sebuah alat yang bisa membantu dan menyusahkan. Itu bisa menyembuhkan atau membunuh. Seperti filsuf yang hebat-hebat itu, mereka dengan bangganya telah menemukan sesuatu, dan menganggap dirinya Tuhan. Itu malah membunuhnya.
Alloh telah memberi kita hati juga, Subhanallah.
 Meski kini saya jarang mengingat orang terpilih Tuhan untuk menyebarkan firmannya, hingga itu sampai kepada saya. Saya tak pernah ingin menganggapnya tidak ada, saya lebih tidak mau terseret arus globalisasi ini. Ketika orang-orang menjadi pintar dan maju. Mereka memang hebat dan mulai bertanya tentang orang yang mengajari kami sehingga menjadi beragama dengan pencapaian dalam logikanya. Bahkan mereka bertanya Tuhan.
Orang-orang bisa saja mengira bisa hidup tanpanya. Karena dunia terlah meluluhkan hatinya. Tapi mereka tidak tau apa-apa.
Saya tidak tau kebenaran tentang hal ini, saya golput. Kadang saya terpengaruh, tapi saya tak bisa hidup sendiri, dan menolak mereka. ini yang sedang saya tanyakan pada idola saya, semoga ia membalas pertanyaan saya. 
Saya kadang melihat, dan menilai, orang-orang selalu mengerjakan yang ia benci, mungkin salah, tapi itu yang saya tangkap. Dasar orang. Andai saya pokemon.
Itu nggak masalah ga. Biarkan saja.
Pengendalian diri. Setiap orang adalah Naruto, yang ditugasi menjinakan musang ekor 9 yang kita sebut nafsu. Tentang apa yang diberikan oleh Tuhan selama ini, di beri kaya kau akan bagaimana,diberi jabatan kau akan bagaimana, diberi pujian kau akan bagaimana?
Sejujurnya jalan lurus saya sering terbelok karena itu. Yang membuat kita sadar adalah cacian dan hina. Itu pait tapi obat.
Ini bukan tentang keberhasilan anda dengan apa yang anda sadari dari akal mu, tapi tentang seberapa goyah kau diuji ketika kau berpikir seperti itu.
Hasil yang kau peroleh mana mungkin kau dapatkan tanpa apa yang ia beri.
Ada sedikit kesombongan dan itu adalah musuh manusia. Dan saya termasuk juga. Meski orang kadang menyebut saya mirip tupai.
Musuh utama mu adalah dirimu sendiri, malah saya baru teringat kembali saat menulis ini. Padahal ini sudah ku sadari lama. Jika saya hidup sendiri dalam hutan saya tidak butuh uang, karena yang saya mau di sana tak perlu uang.
Tapi hidup di kota memang begini, terpaksa saya btuh uang. Dan hidup bersama orang yang dicintai, agar mereka tak hina karena sudah ku habiskan.
Tapi hidup dimana pun, sehebat apapun, selalu butuh Tuhan. Alasan yang kau terima sebenarnya tidak cukup membuktikan. Saya ditak ingin debat dengan orang yang berpikir dia selalu benar, dan ini juga bukan sebuah jawaban atau kau harus menerimanya. Jika tak suka abaikan da bukan untuk mematahkan pernyataan siapapun.
Ini bukan soal apa yang kau dapatkan, tapi bagaimana reaksimu setelah Tuhan memberi itu. Oleh karena itu berterima kasih lah pada Nabi mu yang sesungguhnya mengajari kau banyak-banyak yang kau tolak banyak-banyak. Karena kau hebat mau mencari sendiri.
Karena sesungguhnya ia telah dipandang “hina” oleh mereka, dan memakannya sendiri untuk kita. Dan kini habis lah hina, jangan kau campakan ia. Karena ia akan memakan “hina” mu lewat ajaranya. Sampai kau sadar. Begitu hebat Tuhan bisa menciptakan orang yang merasa hebat tapi jelas-jelas ia sendiri ciptaan Tuhan. Tapi ia malah menganggap dirinya Tuhan. Itu lah titik hina orang yang akan diberi tahu oleh waktu, ia tak akan tau. Tapi ia akan merasa dan kau butuh ajarannya. Karena itu agama selalu mengajarkan rendah hati sehebat apapun kita.
#radabeurat

Read More/Selengkapnya...