Hello, My name is Gilang Novanda. You can follow me on my twitter @gilangnovanda, Cheerrsss :D

Selasa, 16 Juli 2013

manusia

Manusia adalah yang terbuat dari tanah ciptaan Tuhan melalui orangtua dan dipertemukan dengan banyak masalah. Dan seharusnya itu yang membuat manusia menjadi manusia seutuhnya. Apa yang sebelumnya manusia lupa dengan penciptanya, kesenangan yang tiada tara. Dengang sentilannya apakah mengingakannya kembali? Atau lebih brutal? Kau lah yang menyimpulkan dan mengerti bahasa sesamamu, tidak ada kebenaran etntitas Tuhan dalam materialisme. Kau lupa ini adalah bahasa Tuhan yang kau “dengar”. Ini adalah sebuah permainan. Dan hidup seakan sesimple itu. Ketika rumit memikirkan sesuatu kau nampak seperti kalah. Ketika tidak memikirkan sesuatu kau nampak tidak hidup.
Hidup adalah waktu tersisa diisi sebelum kalah Bagaimana ini ingin kembali Diri sudah terlanjut ada @panasdalam, pidibaiq
Bukan kah ini bahasa Tuhan? Dengan karya yang tercipta di alamsemesta. Cetar membahana tralala trilili. Tuhan berkata pada mahlukNya dengan bahasa yang seharusnya kau mengerti. Indikasi ini adalah sebuah kesadaran. Tentang bagaimana Tuhan ada. Bumi berkata manusia yang lemah itu sombong. Manusia yang hebat itu dapat mengalahkan dirinya sendiri. Bukan mengalahkan orang lain. Beruntung lah tidak tersiksa seperti naruto, kau juga memiliki iblis didalam dirimu sendiri. Manusia diam. Manusia diam. Itu tidak baik. Tuhan yang menyuruhmu memaksimalkan diri dengan terciptanya sebuah masalah. Kau akan lupa kau memiliki nalar, ketika kau tidak berfikir. Kau seperti tidak hidup ketika kau tak merasa. Manusia seharusnya senang dengan ia bersedih. Mengapa? Ia telah menggunakan hatinya sebagaimana mestinya. Parameter kesuksesan menurut manusia adalah uang. Tapi Tuhan selau berkata, bukan itu. Bumi adalah tempat manusia berkumpul. Apa yang menyebabkan orang jijik bertempat tinggal di tempat yang ia anggap hina? Itu masih lah bumi. Dimana tempat manusia diberi tempat tinggal oleh Tuhan. Menyelesaikan apa yang seharusnya manusia selesaikan. Manusia malah diam. Manusia akan selalu punya alasan untuk berhenti melakukan sesuatu. Begitu juga hidup. Mereka kadang mengkhirinya. Jika merasa sendiri, manusia akan merasa tidak berguna. Stak di tempat dia duduk dan melihat sekelilingnya tanpa makna. Lupa dimana dia sebelumnya dibentuk, dan lupa dia akan menyamankan diri di masa depan. Ia menatap langit. Matanya mengeluarkan air mata. Ia tidak mengerti mengapa. Tapi perasaan menjawabnya dengan tuturnya. Manuia itu berusaha tersenyum menyambut matahari bagaimanapun luka yang dibawanya. Bahkan untuk tersenyum sudah lumayan. Tapi manusia lain menghujatnya ketika ekspektasi yang ia simpan untuknya tidak tercapai. Bolehkan manusia itu bertanya? Manusia selalu bingung, memikirkan manusia. Hmmmmm....

0 komentar:

Posting Komentar