ini tentang misteri yg tidak sabar aku buka.tentu selalu berkaitan dengan hari hari ku yg tlah terlewati, tugas tiada akhir yg kunikmati, aku selalu merasa gagal jika aku tidak bisa menikmatinya. percuma sebuah kemenangan jika kau tidak bisa menikmatinya.
jika hari kemarin milikmu, berarti hari ini miliku.aku selalu merinduka itu, kadang tak bisa ku dapatkan karena kabijakan Tuhan. aku tidak tau apa maksudnya, tapi aku tau aku harus menghadapinya.
apalah pikiranku yg cuma bisa menilai ini buruk, Tuhan selalu memberikan cerita lain dengan banyak hikmah yg kau dapatkan.
jangan kawatir kau tidak memiliki itu semua.kau harus kawatir kalau kau berhenti semangat.
ini tidak akan mengobati semua, tpi masalah saat ini adalah ini.
besok kau harus mencari lagi apa yg harus kau cari, agar catatnmu terisi lagi.
masa depan yg melibatkan pikiran sedangkan masa lalu melibatkan perasaan #pidibaiq.
saya tidak akan ceramah, karena dunia sudah menceramahimu, tentang ini itu.
Selasa, 14 Januari 2014
misteri
Jumat, 27 Desember 2013
H U J A N
manusia pada hakikatnya sama, memiliki perasaan, tersentuhlah.
lintasan vertikal berwujud air jatuh membasahi bumi. hanya musik dan gemercik hujan sepanjang hari.
tempat bersanding hanyalah bumi baginya, mencair menggenang. tetesan rindu sesuatu yang hilang,
angin berhembus, mereka bersama-sama menciptakan bunyi, ada cerita pada setiap tetesnya.
Bumi selalu mampu bertahan dengan beribu tetesan air yang membasahinya,
Manusia selalu mampu bertahan dengan beribu tetesan air mata dan keringat yang jatuh bersama hujan,
Rasa adalah karya cipta,
Inilah bunyi cerita yang penuh dengan misteri, dengan segala energi yang bersinergi, entitas ke-gaib-an,
korelasi cerita bersama alam, sesungguhnya segalanya saling berkaitan seperti yang sudah dijanjikan
dengarlah, apa yang diceritakan gemercik hujan tentang dunia?
Sabtu, 30 November 2013
enjing dei
angiiiin terbanglah, bawa uang kemari, laptop uing ruksak, kini masa depanku tersimpan dalam plesdis berisi tugas tugas, yang dicolok colok terus ke komputer umum, warnet, rental komputer, virus virus miskin terselip dalam plesdisk di setiap sekali colok.
Kamis, 31 Oktober 2013
anak tangga yang terbuat dari kertas
Jumat, 27 September 2013
PEMBUKAAN
Kamis, 29 Agustus 2013
teori anying edan
Selasa, 16 Juli 2013
manusia
Manusia adalah yang terbuat dari tanah ciptaan Tuhan melalui orangtua dan dipertemukan dengan banyak masalah. Dan seharusnya itu yang membuat manusia menjadi manusia seutuhnya. Apa yang sebelumnya manusia lupa dengan penciptanya, kesenangan yang tiada tara. Dengang sentilannya apakah mengingakannya kembali? Atau lebih brutal?
Kau lah yang menyimpulkan dan mengerti bahasa sesamamu, tidak ada kebenaran etntitas Tuhan dalam materialisme. Kau lupa ini adalah bahasa Tuhan yang kau “dengar”. Ini adalah sebuah permainan. Dan hidup seakan sesimple itu. Ketika rumit memikirkan sesuatu kau nampak seperti kalah. Ketika tidak memikirkan sesuatu kau nampak tidak hidup.
Hidup adalah waktu tersisa diisi sebelum kalah
Bagaimana ini ingin kembali
Diri sudah terlanjut ada
@panasdalam, pidibaiq
Bukan kah ini bahasa Tuhan? Dengan karya yang tercipta di alamsemesta. Cetar membahana tralala trilili. Tuhan berkata pada mahlukNya dengan bahasa yang seharusnya kau mengerti. Indikasi ini adalah sebuah kesadaran. Tentang bagaimana Tuhan ada. Bumi berkata manusia yang lemah itu sombong. Manusia yang hebat itu dapat mengalahkan dirinya sendiri. Bukan mengalahkan orang lain.
Beruntung lah tidak tersiksa seperti naruto, kau juga memiliki iblis didalam dirimu sendiri.
Manusia diam. Manusia diam. Itu tidak baik. Tuhan yang menyuruhmu memaksimalkan diri dengan terciptanya sebuah masalah. Kau akan lupa kau memiliki nalar, ketika kau tidak berfikir. Kau seperti tidak hidup ketika kau tak merasa.
Manusia seharusnya senang dengan ia bersedih. Mengapa? Ia telah menggunakan hatinya sebagaimana mestinya.
Parameter kesuksesan menurut manusia adalah uang. Tapi Tuhan selau berkata, bukan itu. Bumi adalah tempat manusia berkumpul. Apa yang menyebabkan orang jijik bertempat tinggal di tempat yang ia anggap hina? Itu masih lah bumi. Dimana tempat manusia diberi tempat tinggal oleh Tuhan.
Menyelesaikan apa yang seharusnya manusia selesaikan. Manusia malah diam. Manusia akan selalu punya alasan untuk berhenti melakukan sesuatu. Begitu juga hidup. Mereka kadang mengkhirinya. Jika merasa sendiri, manusia akan merasa tidak berguna. Stak di tempat dia duduk dan melihat sekelilingnya tanpa makna. Lupa dimana dia sebelumnya dibentuk, dan lupa dia akan menyamankan diri di masa depan.
Ia menatap langit. Matanya mengeluarkan air mata. Ia tidak mengerti mengapa. Tapi perasaan menjawabnya dengan tuturnya.
Manuia itu berusaha tersenyum menyambut matahari bagaimanapun luka yang dibawanya. Bahkan untuk tersenyum sudah lumayan. Tapi manusia lain menghujatnya ketika ekspektasi yang ia simpan untuknya tidak tercapai. Bolehkan manusia itu bertanya?
Manusia selalu bingung, memikirkan manusia.
Hmmmmm....