Senin, 17 Desember 2012
besar adalah jalan satu-satunya
Kamis, 15 November 2012
Semua berawal dari 20 tahun lalu,
Kadang saya merasa sendiri, saya memang tidak terlalu
memikirkan yang lain, kadang saya memikirkan diri sendiri, saya ini apa,
semacam mahluk apa? Serangga kah? Amfibikah? Buku filsafat belum saya baca
sampai habis dan saya belum memikirkannya. Tentang arti dari keberadaan,
mungkin ada dan mustahil.
untuk ukuran laki-laki, saya termasuk manja, karena bungsu, anak terkhir dari 3 bersaudara, paling sering dipeluk orang tua,
Saya mendapati album foto, saat saya masih kecil, saya ganteng, unyu, senyum yang terurai digambar itu kapan saya dapatkan lagi? Tidak akan pernah. Karena saya berkumis dan upil saya lebih gede, jerawat juga.
Pikiran saya meluncur pada waktu yang sudah saya lewati, bukantentang hebatnya saya menaklukan beberapa masalah yang tidak terlalu besar, tapi ketika saya masih kecil, di mana dengan menangis semua masalah beres,
Semoga saya akan menjadi imam mu, berjalan bersama sama dalam kebaikan dan kebenaran,
jika ada pertanyaan apa rasanya menjalani hidup selama ini, jawabannya, saya merasakan apa yang kau rasakan, meskipun kadang saya lebih beruntung atau lebih sial dari semuanya, tapi saya yakin posisi dimana saya berdiri adalah kebaikan Tuhan untuk saya,
Senin, 29 Oktober 2012
kembalilah padaku
Kau memperlakukanku seperti peserta base camp. Perintahmu selalu membuatku lelah sperti push up 50 kali, skot jump beberapa kali, aku lupa menghitungnya.
Kau memang baik, ketika kau ingin meminjam motorku. Sadarlah, keluargaku bukan tukang ojeg yang selalu bisa meminjamkan mu motor. Tidak ada spanduk, “Motor maju jaya” di depan rumahku. Kau salah, sayang. Salah! Kecuali kau meminjam hatiku, aku tak segan memberi itu dengan bonus VCD Agung Hercules Full Song. Serta Tips memelihara cupang dengan baik dan benar.
Kembalilah padaku dengan membawa kolak. Aku haus akan cintamu di hatiku. Kembalilah padaku, tapi jangan kau pinjam motorku. Namun jika aku berubah pikiran, jangan lupa isi bensinnya.
Kamis, 20 September 2012
Night mare
Saya biasa dipanggil James oleh para atasan saya, baru duduk di universitas lebih bagus dari ITB yang baru semester 3 dan ip selalu kurang dari 3. Tapi nyaris dapet 3. Saya kadang merasa risih dengan pandangan mereka yang memandang saya sebagai mahasiswa rajin, telaten dan teladan. Karena saya meiliki pekerjaan sampingan yaitu bandar menyambung undur-undur. Padahal kan itu biasa. Yap, terima kasih saja lah kalau ada pandangan positif meski saya hanya menganggap saya mahasiswa biasa seperti orang lain. Sama-sama memiliki bulu pantat yang nggak terlalu panjang.
Sebelumnya saya tak peduli dan akhirnya mengalami kejadian mistis yang menambah wawasan dan ilmu pengetahuan saya di ilmu otomotif sehingga menambah amal soleh saya. (nyambung ga?).
Malam itu saya hampir tertidur. Lampu kamar merk "boolh herang" sudah dimatikan dan sudah membunuh dua kecoa yang unyu beud di ujung kamar yang penuh dengan rambut keriting. Tinggal membaringkan tubuh sexy ini dan memejamkan mata tak lupa berdoa supaya mimpi bisa kencan sama Caca Pradita.
Tapi kayaknya itu nggak akan terwujud karena mamih yang sewenang-wenang menyuruh membuang anda(sampah).
"Mih, apa benar apa yang terjadi sekarang? Ketika mamih menyuruh saya membuang benda itu keluar?" yang saya maksud itu sampah.
Mamih pun mengeluarkan argumentnya yang membuat saya terpojok dan akhirnya ... JEGER. Saya kalah dalam perdebatan yang sengit.
Saya mengambil 2 tumpukan sampah yang dibungkus keresek di dapur yang kurang terisi cahaya. Saya hampir membuang muka, karena saya kira sampah. Ah, tapi saya nggak terlalu jelek juga.
Begitu berat sampah yang terbungkus dua kresek besar ini. Kira-kira sama beratnya dengan sampah yang saya pegang. 3 bulan disuruh buang sampah kayak gini saya bisa jadi ade rai. Nggak usah ke gym atau tempat olahraga lainnya.
Saya melihat ada bungkus indomi di dalamnya, ngorek dikit, kliatan bungkus akua. sampai ga sadar, saya jadi terus-terusan ngoprek sampah.
Hujan di malam itu benar-benar membuat seram suasana. Suhu pun menjadi sangat dingin. Suhu dingin seperti ini mengingatkan saya pas waktu di Eropa sana. Dinginnya sama.
Dengan memakai boxer saya benar-benar terlihat seperti tukang sampah asli.
Oh, tidak!
Cahaya lampu membuat rintik hujan yang jatuh dari langit terlihat. saya baru ingat kalau sekarang malam jumat.
Tedeng!!!
Saya langsung merinding. Takut ada sosok yang saya takuti, kecoa unyu beud.
Saya semakin merinding ria saat sampai di pengkolan gang Haji Gofur yang sepi. Konon di wc dekat sana pernah ada suster keramas. Kemudian suster itu buang air. Namun parahnya nggak di siram. Saya semakin ketakutan mengingat ee-nya yang berserakan.
Bibir saya mingkem menahan rasa takut. Kepala geleng-geleng mengingat derasnya persaingan bau ee sama bau sampah. Saya takut untuk melewati gang yang misterius itu. Jika saya harus ke tempat pembuangan sampah tak mlewati jalna itu, saya harus memutar lewat gang Haji Gofur part II. Tapi sama saja di situ ada wc juga.
Ketika itu mental saya sedang labil dan saya memutuskan lewat gang Haji Gofur part 346.
Saya menyusuri gang itu dengan penuh percaya diri. Di kelilingi sisi-sisi rumah yang membentuk jalan gang. Entah kenapa kontrakan yang saya lewati begitu sepi. Apa hari ini ada hari petak umpet sedunia? Saya nggak tau, yang pasti membuat suasana semakin horny, eh horor maksudnya. Tapi saya coba memberanikan diri untuk kesekian kalinya.
Saya terus berjalan mengarungi beberapa meter gang dengan susah payah karena beban sampah. Tapi akhirnya tempat pembuangan sampah itu terlihat. Saya tersenyum, misi hampir selesai.
Sepi seram mencekam. Seiring kaki melangkah saya bertemu sosok tuyul yang sedang mengelas body mobil. Ternyata kemajuan tekhnologi mebuat semuanya berubah. Sampai ke dunia hantu segala. Dan parahnya mengubah style, tuyul itu memakai baju band The Virgin. Sepertinya tuyul itu salah satu fans Justin Bieber, soalnya terlihat dari mukanya,
Dompetnya memakai rante. Barangkali dia takut di copet sama tuyul yang lain.
Saya harus berani melewati tuyul itu. Harus!!! Agar perjuangan saya melawan rasa takut tidak sia-sia. Saya pergi kewarung membeli m 1 50, bisa. supaya bener-bener bisa melewati tuyul itu dan berhasil membuang sampah.
Setelah sampai saya melempar sampah di tangan kanan, sampah itu harus di lempar agar masuk ke tempat sampah yang berbentuk bak besar. Distu ada peraturan harus memasukan sampah ke dalamnya.
karena jarak saya dengan bak itu tak terlalu dekat, saya gagal memasukan kedua sampah yang ada di tangan kanan kiri. Meski gagal masuk, saya tak peduli dan pulang. Tak mengikuti her remedial dan sebagainya.
Tapi saat berbalik, tiba-tiba sosok tuyul pangki itu mendekati saya. Saya ketakutan dan AAAAAAAAAA
Tuyul itu memegang tangan saya. kemudian berkata.
"jang,mun buang smpah yg bnr."
sy tak menghraukan'y dan plg.
Minggu, 26 Agustus 2012
Hidup adalah tren
Jujur, seberapa pengaruh tren bagi kalian? Sepertinya 90 % trend sudah menjadi main set dalam pikiran-pikiran anda, dan 10 % lagi di isi bokep ya? Saha nu apal.
Minggu, 29 Juli 2012
ambisius
Ambisius
Jauh-jauh lah dari kata itu. Karena apa? Saya juga nggak tau.hehe
Syukurilah kau masih bisa meneteskan iler di bantal yang najis itu. Karena tidak semua orang bisa tidur nyenyak. Dikala kau berambisi mendapatkan bantal yang kualitasnya nomor satu, mungkin contoh mereknya, “Roncar arti maling”, anda mungkin tak bisa ngacai ketika tidur karena sayang bantalmu mahal.
Syukurilah orang yang menganggapmu ada, yang bisa membuat anda tertawa. Jangan sampai anda ingin menjadi nomor satu dengan menginjak mereka. Yang ada, anda di-overlap oleh orang yang ingin anda kuasai.
Syukurilah dengan keadaan mu, karena kelemahan mu adalah kelebihan yang tersembunyi.
Berambisi berarti tanda orang yang tidak mau bersyukur. Karena orang yang berjalan dengan baik, natural, ikhlas, dan maksimal itu akan diikuti ambisi. Dalam artian kau akan menjadi orang yang dikejar dan dijadikan inspirasi. Harta yang diambisikan orang lain malah (harta tersebut) berambisi ingin dimiliki kau.
Kejayaan, situasi, dan keadaan.
Tapi ketika kau sadar tentang keadaanmu, kau akan memiliki ambisi dan semuanya hilang setimpal dengan apa yang kau lakukan. Ikhlas lah, ikhlas. Mari kita menjaga hati kita agar tak ada kemunafikan, sombong dan lain-lain, apalagi suasana ramadhan seperti ini, mumpung segala sesuatu dengan yang baik-baik dimudahkan dan menjadi pahala yang berlipat.
Dan ketika kita sudah okay, jodoh akan datang dengan membawa seperangkat alat sholat. Insya Allah dan Amien.
Jumat, 22 Juni 2012
Malaikat, apa kau tau?
Sampai saat ini aku belum bisa memaknai semua yang terjadi. Bukan. Bukan! Masalah ini hanyalah semu dari pelengkap kasih sayang dunia terhadapku. Keseimbangan tergoyang dan tak ada cahaya.
Aku sungguh benar-benar lelah dan hanya ingin berbaring dalam pangkuan malaikat yang tidak terlalu terlihat begitu baik. Agar tak ada rasa malu jika berhadapan dengannya. Aku hanya berharap malaikat itu membersihkan kehinaan yang ku lakukan selama ini ketika aku sudah memejamkan mata. Sehingga tidak pernah ada kata penyesalan ketika aku terbangun.
Tapi apakah aku masih bisa bersih? Saking bodohnya aku, bahkan aku butuh bantuan malaikat. Sesungguhnya aku kotor disebabkan kerena kebodohanku bukan karena kejahatanku. Malaikat itu sudi menghampiriku karena ia tau, aku butuh pencerahan. Malaikat itu seolah-olah datang memberi sebuah lilin dalam gelapnya lorong hidup yang entah kapan harus ku akhiri.
Dia berkata, lihatlah titik cahaya di ujung jalan itu, kau akan sampai kesitu jika kau berjalan dengan penuh perjuangan. Tapi bukan berarti kau akan menderita karena kebahagiaan itu muncul bukan karena keadaan melainkan dari kedamaian
Malaikat itu berkata, lihatlah jalan yang terlihat itu, yang penuh dengan sesuatu yang lebih. Sesungguhnya itu jalan menuju kemurkaan.
Aku berkata pada Malaikat itu, saat ini aku tak akan berjalan menuju titik cahaya itu.
Malaikat itu pun bertanya penyataanku yang bodoh, kenapa?
Aku menjawab, karena aku ingin tidur Malaikat.

