Hello, My name is Gilang Novanda. You can follow me on my twitter @gilangnovanda, Cheerrsss :D

Minggu, 29 Juli 2012

ambisius

Ambisius
Jauh-jauh lah dari kata itu. Karena apa? Saya juga nggak tau.hehe
Syukurilah kau masih bisa meneteskan iler di bantal yang najis itu. Karena tidak semua orang bisa tidur nyenyak. Dikala kau berambisi mendapatkan bantal yang kualitasnya nomor satu, mungkin contoh mereknya, “Roncar arti maling”, anda mungkin tak bisa ngacai ketika tidur karena sayang bantalmu mahal.
Syukurilah orang yang menganggapmu ada, yang bisa membuat anda tertawa. Jangan sampai anda ingin menjadi nomor satu dengan menginjak mereka. Yang ada, anda di-overlap oleh orang yang ingin anda kuasai.
Syukurilah dengan keadaan mu, karena kelemahan mu adalah kelebihan yang tersembunyi.
Berambisi berarti tanda orang yang tidak mau bersyukur. Karena orang yang berjalan dengan baik, natural, ikhlas, dan maksimal itu akan diikuti ambisi. Dalam artian kau akan menjadi orang yang dikejar dan dijadikan inspirasi. Harta yang diambisikan orang lain malah (harta tersebut) berambisi ingin dimiliki kau.
Kejayaan, situasi, dan keadaan.
Tapi ketika kau sadar tentang keadaanmu, kau akan memiliki ambisi dan semuanya hilang setimpal dengan apa yang kau lakukan. Ikhlas lah, ikhlas. Mari kita menjaga hati kita agar tak ada kemunafikan, sombong dan lain-lain, apalagi suasana ramadhan seperti ini, mumpung segala sesuatu dengan yang baik-baik dimudahkan dan menjadi pahala yang berlipat.
Dan ketika kita sudah okay, jodoh akan datang dengan membawa seperangkat alat sholat. Insya Allah dan Amien.

Read More/Selengkapnya...

Jumat, 22 Juni 2012

Malaikat, apa kau tau?

Sampai saat ini aku belum bisa memaknai semua yang terjadi. Bukan. Bukan! Masalah ini hanyalah semu dari pelengkap kasih sayang dunia terhadapku. Keseimbangan tergoyang dan tak ada cahaya.
Aku sungguh benar-benar lelah dan hanya ingin berbaring dalam pangkuan malaikat yang tidak terlalu terlihat begitu baik. Agar tak ada rasa malu jika berhadapan dengannya. Aku hanya berharap malaikat itu membersihkan kehinaan yang ku lakukan selama ini ketika aku sudah memejamkan mata. Sehingga tidak pernah ada kata penyesalan ketika aku terbangun.
Tapi apakah aku masih bisa bersih? Saking bodohnya aku, bahkan aku butuh bantuan malaikat. Sesungguhnya aku kotor disebabkan kerena kebodohanku bukan karena kejahatanku. Malaikat itu sudi menghampiriku karena ia tau, aku butuh pencerahan. Malaikat itu seolah-olah datang memberi sebuah lilin dalam gelapnya lorong hidup yang entah kapan harus ku akhiri.
Dia berkata, lihatlah titik cahaya di ujung jalan itu, kau akan sampai kesitu jika kau berjalan dengan penuh perjuangan. Tapi bukan berarti kau akan menderita karena kebahagiaan itu muncul bukan karena keadaan melainkan dari kedamaian
Malaikat itu berkata, lihatlah jalan yang terlihat itu, yang penuh dengan sesuatu yang lebih. Sesungguhnya itu jalan menuju kemurkaan.
Aku berkata pada Malaikat itu, saat ini aku tak akan berjalan menuju titik cahaya itu.
Malaikat itu pun bertanya penyataanku yang bodoh, kenapa?
Aku menjawab, karena aku ingin tidur Malaikat.

Read More/Selengkapnya...

Kamis, 24 Mei 2012

ya sudah lah

Saya terlalu takut melangkah, padahal setelah dipikir-pikir jalan itu baik untuk saya dan mungkin juga buat mereka. Apaboleh buat saya sudah memutuskan semuannya, penolakan yang saya sesali, dan mereka tak menanggil lagi, padahal saya sangat ingin dipanggil mereka. Saya sangat berharap itu dan saya akan menjawab ya dengan melawan semua ketakutan dalam diri saya.
Meski sepele yang pasti orang tua menganggap itu suatu hal yang membanggakan dan saya juga sedikit bangga karena saya dipakai sebagai anggota masyarakat. Tapi saya malah diam ditempat ketika lampu hijau sudah menyala, memang saat maju nggak menutup kemungkinan saya akan jatuh sampai beresiko hancur, tapi diam ditempat dan menikmati rasa aman yang akan membuat mati membangkai itu rasanya sangat nggak cuco banget, saya ingin sekali dipanggil mereka. Sekali lagi saja dan menanyakan pada saya apa saya bersedia. Tapi mereka sepertinya menganggap saya benar-benar sudah membulatkan tekad dan mereka tak ingin memaksa saya. Mereka salah, saya resah menunggu.
Saya harap saya menemukan hal seperti ini di depan dalam waktu dekat, agar saya sedikit lega karena kaki ini dapat digunakan untuk melangkah. Saya akan bersedih ketika waktu berhenti, tapi kenapa waktu tidak berhenti-berhenti? Seakan-akan saya orang yang tidak boleh sedih oleh orang-orang dilingkungan saya.
Maha penyayang Allah, karena tuhan saya ini memberi saya sedikit waktu untuk beristirahat, saya tak harus menunggu waktu berhenti, tapi waktu istirahat saya sudah tiba. Memang ini waktunya merenung. Menggali lagi apa-apa saja yang kurang sehingga saya bisa lebih memaknai kehidupan ini melihat dari berbagai sisi.
Terima kasih untuk mereka yang telah saya kecewakan dan saya adalah pihak yang paling merasa kecewa melihat mereka kecewa. Liat saja lain waktu, saya nggak akan mengancam dan mengumbar apapun, tapi saya akan selalu siap membantu mereka lain waktu. Semoga kita dipertemukan di jalan kesuksesan. Saya menolak mereka,semoga ini rencana tuhan agar saya bisa menarik mereka dari depan,eh, bukan, tapi merangkul dan berjalan bersama-sama. Karena orang yang merasa diatas akan lebih sulit bergelut dalam dirinya.
Ya Allah, semoga saya dijauhkan dari rasa malas yang semakin lama semakin menjauhkan saya dari kesuksesan, saya ingin sukses dan sejahtera bersama orang-orang yang saya cintai. Saya akan selalu berusaha jalan di garis yang telah kau beri lewat Rasul yang saya Agungkan dibawah mu, Allah. Yang sangat sulit, begitu sangat sulit. Mereka mengklaim kalau mereka yang suka jalan bersama setan lebih hebat dari orang yang berjalan bersama kau, tapi apakah mereka mampu mengalahkan diri mereka sendiri?
Ayo kita bersama-sama mengambil semua dengan cara yang baik dan benar yang sifatnya tak pernah mutlak.

Read More/Selengkapnya...

Selasa, 17 April 2012

senyum inspirasi

Hari ini begitu padat. Kasur seperti barang mahal hari itu. Bahkan lebih mahal dari kerupuk yang dibuat sama Miyabi. Saya begitu lelah, lunglai dan sedikit alay. Meski begitu kece saya masih berbinar-binar. Buktinya nenek-nenek tetangga saya beberapa kali memberikan senyuman yang saya yakini memiliki makna lebih. Ada sesuatu sepertinya. Tapi saya itu cowok yang sangat menghargai hubungan rumah tangga orang lain. Apalagi sepuh.
Saya buka kamar, ah, nafas saya bau jigong, saya kecewa melihat kamar hampir mirip sarang tomcat. Semua menyatu dalam ruangan yang bagi saya selalu menjadi tempat paling istimewa. Meski ada bungkus permen, buah rambutan, buku-buku, deodoran, maskara (nggak tau itu punya siapa), bangke kecoa, foto-foto pas saya masih menganut faham alay berserakan di kamar. Apa lagi? Sebutin satu-satu pasti semua ada di kamar saya.
Pas saya buka lemari, buset! Ada pedagang dvd bajakan.

 







Saya ngucek-ngucek mata. Hilang. Mungkin saya sudah terlalu cape.
Bahkan kasur dipenuhi celana dan baju yang bau kesang. Oh My andai saja saya punya istri, pasti nggak akan begini ceritanya. Mungkin saya akan melihat tubuh orang yang saya cintai tertidur menunggu saya pulang. Saya akan menyisir rambutnya lalu saya mengecup pipinya. Cup... :*
Dan memberikan tomcat ke dalam celananya.
Oh, co cwet bunget.
Karena situasi nggak memungkinkan, saya memutuskan tidur di sofa ruang tamu. Banyak hal yang saya alami saat tidur di sofa. Saya pernah gondok karena pas bangun dari tidur sudah berkumpul ibu-ibu geng pengajiannya Mama. Hari sudah siang tapi saya punya kebiasaan bangun sore. Mereka semua tersenyum saat mata terbuka dengan iler kemana-mana.
Benar-benar memalukan.
Kondisi sofa berbeda jauh dengan kamar. Saya menyapu sedikit permukaan sofa dengan tangan kosong. Nggak ada sarang tomcat di sini.  Nikmat tiada tara ketika badan terbaring.  Aquarium terlihat dari sini. Sebelum memejamkan mata, saya memasang headset untuk mendengarkan beberapa lagu kemudian tidur. Tapi insomnia malah datang. Seperti judul lagu yang saya dengarkan. Mungkin kalo saya dengerin lagu Agung Hercules pasti yang datang si Astuti.
 
Sekarang lagu yang diputar adalah lagu Stand Up For Love-nya Destiny’s Child. Lagu yang sudah lama sekali tidak saya dengar. Mp3 yang saya pinjam diseting memutar lagu secara acak. Nggak berurutan sesuai angka. Pas sekali Mp3 ini memilih lagu.
Alunan musik dan suaranya yang sexy sangat memanjakan telinga dan jiwa.
Dulu saya selalu menghayal kalau istri saya bakalan nyanyi lagu ini buat saya. Haha... nggak apa-apa kan mimpi. Sekarang pun lagu ini membuat saya mengkhayal seperti dulu. saya senyum-senyum sendiri kayak kesambit hantu penghuni pasar ciroyom. Tapi nggak  kok. Buktinya saya nggak teriak “Daging... Daging... murah! Sakilo goceng anying.”
Sampai reff pertama khayalan saya benar-benar terasa nyata. Indah sekali. Sangat indah.
Nggak tau kenapa saya melihat senyum itu.
Senyum saat saya membantu mempersiapkan pernikahan kaka sepupu. Bukan tukang lotek yang tersenyum.
Waktu itu saya dipaksa Mama untuk ikut ke acara persiapan menikah Kaka sepupu. Mama terus saja memaksa, saya bersikukuh menolak ajakan yang nggak menarik. Karena disana nggak ada acara sambung ayam. Tapi saat tau ada Aki (kakek saya) disana seketika saya berubah pikiran.
Baru masuk gerbang rumahnya sudah banyak orang yang sibuk mempersiapkan segalanya. Ngangkat ini, ngangkat itu, agar acara resepsi besok berjalan memuaskan. Andai saja ada Agung Hercules pasti pekerjaan ini cepat selesai. Eh, mending nggak usah. Yang ada Agung Herkules bakalan nimpukin pekerja sampe bonyok gara-gara maksa goyang sambil teriak, “Tidak goyang barbel melayang!!!” 
Banyak sekali saudara yang datang, tapi saya hanya mencari seorang kakek yang membuat saya datang kesini.
Yap, Aki saya sedang bekerja juga mengangkat ini itu, yang membuat saya terdorong untuk melakukan bantuan-bantuan kecil meski nggak terlalu berarti. Karena dia lah salah satu inspirasi dari beberapa inspirasi yang saya miliki.
Saat jeda bekerja dan sejenak beristirahat, saya berdiri disampingnya, melihatnya lalu tersenyum.
Saya menghabiskan malam itu bersama Aki. Dia terlihat senang melihat saya membantu meski hanya membantu yang ringan-ringan.
Terbesit dikepala saya kalau saya juga akan mengalami ini nanti jadi saya harap Aki membantu menyiapkan pernikahan saya nanti.
Dengan sendirinya saya menyeletukan kalimat padanya,
"Ki, nanti pas saya nikahan harus ikut bantu-bantu juga ya!" pinta saya polos.
Aki malah menjawab dengan senyuman. Entah apa jawaban yang dimaksud, iya atau tidak. Dari mimik wajahnya sepertinya Aki menjawab iya.
Saya masih memandangi aquarium dengan mata kosong. Dulu sebelum aquarium dipindahkan itu adalah tempat Aki meninggal dunia.
Satu hari sebelum harinya, dia berkata besok adalah hari yang saya tak inginkan. Saya marah karena ucapannya. Saya nggak peduli dan hanya Emang (bahasa spanyol: paman) yang memijitinya. Dalam hati saya ketika itu kenapa ia begitu berlebihan. Maaf atas semua kegoblogan saya, Ki. Malah jika ada kata yang lebih kasar dari itu, cukup layak saya dibentak dengan kata kasar itu.
Ucapannya nggak dihiraukan dan saya melanjutkan tidur di soffa berhadapan dengan kasurnya yang sekarang ditempati aquarium itu.
Subuh-subuh saat Mama membangunkannya, saya langsung terbangun tanpa rasa kantuk meski hanya tidur beberapa jam. Aki nggak bangun seperti yang dikatakannya kemarin. Nafasnya masih berjalan tapi telihat pengap. Saya berdiri mematung memandangnya.
Mama menyuruh saya memanggil tetangga yang ahli dalam ilmu agama, Aki disuruh dibacain yasin. Kami melakukannya dan termasuk saya. Karena sudah lama nggak mengaji, saya nggak lihai lagi membaca tulisan arab, alhasil yang saya baca Cuma ejaan bahasa normal.
“Wah, hebat. Lancar ngajinya.” Kata saudara yang baru dateng.
Hemeh... nggak tau aslinya.
Dan akhirnya nyawanya terpisah dengan raganya. Aki nggak bergerak lagi. Tinggal dibawa ke kampung halaman, rumahnya dan disana juga dimakamkannya.
Saya menunduk. Rasanya lelah, ingin meneruskan tidur saya yang kurang. Tapi saya harus mengantarkan jasadnya ke rumah duka dan menyolatinya. Perasaan saya stabil dan nggak merasakan perasaan sedih yang signifikan. Air mata pun nggak menetes sama sekali. Tidak seperti saat nenek meninggal. Ketika itu saya merasa sangat kehilangan.
 “Ah, untung aja Aki dirawat dirumah, kan ada kamu yang suka mijitin. Pasti dirawat sama cucu kesayangannya.”
Banyak sangkaan salah yang saya dengar di rumah duka. Saya nggak bisa menjawab dengan bahasa verbal atau pun non verbal. Saya menganggap tidak pernah ada yang menyangka seperti itu. Saya seperti orang yang linglung.
Saya menyaksikannya pemakamannya. Jenazahnya sudah terkubur. Untuk terakhir kali saya melihatnya, terlihat kulitnya dari kain kafan yang sedikit terbuka di bagian kaki. Itu adalah kaki yang sering saya pijat ketika beliau sakit dan dirawat dirumah. Tapi tak sesering yang kalian bayangkan.
Saya pulang dan segera tidur dikamar. Ketika terabangun dari tidur saya nggak menggerakan badan. Memandang atap dengan pikiran kosong.
Setelah cukup lama melamun, saya bangun untuk mengambil secangkir air putih di dapur. Dalam langkah menuju dapur, saya menoleh ke kiri. Itu adalah kebiasaan saya karena di sebelah kanan adalah kasur tempat Aki terbaring sakit. Jika mata kita bertemu, saya suka disuruh memijitinya. Jadi saya acuhkan.
Saya tersentak kalau Aki sudah tiada. Saya benar-benar merasa bersalah. Ingin rasanya saya cepat-cepat kembali ke kamar karena air mata sulit terbendung lagi. Saya nggak mau orang-orang rumah melihat saya mengeluarkan air mata dan mendengar isakannya.
Saya pergi ke loteng supaya apa yang saya rasakan bisa keluar bebas.
Ki, maafkan saya. Maaf yang sebesar-besarnya. Kau selalu memberi saya inspirasi. Karena semangat yang kau keluarkan setiap hari. Menggarap kebon, ngecet rumah sendirian, otomotif, benerin perabotan, antene rusak, elektronik kau bisa melakukan semua, beliau memang tak bisa diam. jadi saya merasa aman ketika disampingnya.
Di hari yang panas, saya mencarinya ketika keluarga berlibur di kampung. Aki tetap saja sibuk di kebon. Saya ingin tau dan membantunya mengambil hasil panen.    Saya begitu antusias melakukan apapun dengannya.
Pada masa SMP, saya pernah hebat memijit. Tehnik ular pabelit juga saya pernah kuasai. Dari Aki yang suka saya suruh pijat. Judi bola taruhannya pijit. Saya selalu menang karena Aki nggak tau kalalu yang kita tonton itu adalah siaran ulang. Saya mendapatkan pijitannya lagi.
Waktu itu Mama sempet nanya pas Aki mijitin saya, “Yang mana Aki yang mana Cucu ini teh? Kebalik atu! Harusnya kamu yang mijitin.”
Saya cuek aja. Tapi saya juga selalu memijitinya setelah saya puas dipijiti.
Ngobrol ini itu. Jaman SD/SMP waktu saya dilanda sakit Aki adalah orang pertama yang harus ada disamping saya.
“Aki teh suka nyari kamu. Kalo dirumah ada tukang apa, sengaja beli buat kamu.” Kata uwa (Bahasa Swiss : Paman tua) saat pemakaman.
Sekarang gara-gara lagu romantis yang dikhayal indah malah menjadi pilu. Air mata saya jatuh sangat banyak. Saya benar-benar merasa kehilangan. Saya nggak kuat menahan tangis jika terus mengingatnya.
Saya memanggilnya beberapa kali meski saya tau nggak mungkin dia datang dan memijiti saya sekarang. Alulan lagu ini membuat perasaan semakin tumpah. Saya mempasrahkan pikiran saya terbang kemana ia mau.
Jika dalam khayalan saya sedang berdiri melihat istri menyanyi untuk saya, entah kenapa Aki tiba-tiba muncul di dunia khayal saya itu. Hadir di pesta pernikahan saya memakai baju yang rapi.
Saya mengalihkan pandangan padanya, terlihat kembali sosoknya. Mengingatkan kedekatan kami. Taruhan bola, nonton bola, saling pijet, curhat, belajar motor, jalan-jalan dll yang pernah kami lewati bersama di waktu lampau yang banyak membentuk diri saya menjadi seperti saat ini. Jika memang saat ini saya buruk, tak ada sangkut paut dengannya. Ini kesalahan saya karena dia mengajarkan saya yang baik-baik.
Irama lagu yang harusnya indah tuk dinikmati malah menyayat hati.
Dalam khayalan Saya akan menghampirinya dan berdiri disebelahnya, kemudian  bertanya padanya,
"Ki, gimana acara nikahan saya?cantik kan istri saya?"
kemudian beliau hanya menjawab dengan senyuman yang sama ketika malam itu.

Read More/Selengkapnya...

Jumat, 16 Maret 2012

Dalam Diri

Kesalahan yang biasa adalah lupa diri.
Tolong... tolong... saya berteriak bukan karena kolor saya hilang, tapi karena tersesat dalam diri sendiri. Meski dalam jiwa ini nggak ada bermacam-macam jurusan angkot ini-itu saya kerap kali tersesat dalam diri sendiri.
Emosi yang nggak bisa dikendalikan, pikiran kotor, dan bisikan setan membuat saya nggak nyaman dengan semua ini dan merasa sakit meski tak ada yang menyakiti.
Saya membaringkan badan istirahat sejenak. Saat lagu the paps diputar itu sudah bisa membuat saya tersenyum kembali untuk sementara. Tapi saya belum puas kalau tak menelaah dan menemukan arti dari situasi.
Saya mengingat kembali dan sengaja masuk dalam situasi yang tak mengenakan itu lagi.
Kenapa saya begini setelah ditempatkan pada situasi ini? Saya nggak mau tersesat dari pegangan hidup yang membuat saya nggak enak hati. Karena saya sudah mengalami itu.
Tersesat dalam diri itu bisa terjadi dalam keadaan apapun namun disini disesatkan oleh cinta.
Sebelumnya saya pernah membuat artikel tentang mengatasi jomblo, saya baru sadar masalah yang saya alami ini jawabannya ada di situ semua. Setidaknya khusus untuk yang saya alami sekarang.
Tapi jangan cemas, saya akan menambahkan apa yang saya punya, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang lain. Amis. Eh, amin.
Berbagi cerita tentang kesalahan.
Selama ini saya belum mengerti betul tentang cinta. Apalagi cinta cenat-cenut.

Cinta dan pengorbanan. Dia yang mengajari saya tentang pengorbanan. Tapi dari pandangan saya itu berbeda. Saya memiliki pola pikir yang mencolok dengannya. Berbeda jelas. Tapi rasa menyatukannya. Dengan komunikasi, dan pengertian. Disaat kedua itu nggak berjalan karena sikap salah satu pasangan, susah distabilkan lagi.
Saya nggak mengerti semua bisa seperti itu. Satu-satunya penyesalan bagi saya itu Cuma uang saya habis. Arrrrgh...
Dalam manusia yang sudah menjalani hidup dan memiliki pengalaman, sudah tentu memiliki prinsip dan persepsi masing-masing yang pasti berbeda dengan yang orang lain terngantung dari latar belakang seseorang tersebut.
Jangan kira ketika kita tau cara saat berhadapan dengan suatu masalah kita sudah bisa menyelesaikan itu. Mengaplikasikan teori hidup itu lebih rumit dari apa yang kita bayangkan. Tapi itu mungkin hanya untuk saya yang belum meliliki mental yang kuat.
Memiliki persepsi itu untuk mendamaikan jiwa seseorang itu sendiri. Saya memiliki persepsi karena saya tak ingin berkutat dalam masalah semu yang diciptakan pikiran sendiri dan orang lain.
‘saya tak bisa mengubah apapun, siapapun, terkecuali hidup saya sendiri’ supaya saya terhindar dari tuntutan mental labil. Entah kapan saya memiliki filosofi itu dan kapan saya merubahnya, tapi itu membuat saya tenang sampai saat ini.
Bagaimana kalau hati tanpa disadari menuntut lebih? Saya memang nggak mau hal itu terjadi pada saya. Tapi itu terjadi secara alamiah. Saya masih belum bisa menghindarinya yang membuat kestabilan hidup bergoyang.
Meski kadang saya harus menyimpan persepsi itu dengan alasan harus disituasi yang tepat. Untuk mendinamiskan jiwa. Namun bukan disaat seperti ini.
Ketika saya membulatkan tekad menginginkan wanita yang saya pilih, saya nggak menemui kendala. Kalaupun ada, itu dijadikan daya tarik tersendiri.
Apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik buat saya.
Namun setelah itu saya tak bisa mempertahankan suasana itu. Setan selalu punya cara untuk menghasut saya dan itu berhasil. Sehingga semuanya menjadi berantakan.
Banyak orang menganggap kesempurnaan harus dicari dan mendapatkannya di luar. Sehingga kita lupa akan diri kita sendiri. Nah, disitu lah bahaya sesungguhnya. Saya lupa apa yang saya katakan kepada orang lain ketika menghadapi keadaan yang nggak berbeda jauh situasi ini. Saya belum bisa mengontrol emosi saya. Karena memang dalam usia ini masih meraba-raba kehidupan.
Menurut saya orang dewasa itu bijak dan bisa menyelaraskan logika dengan rasa. Nggak harus selalu wibawa. Dan nggak semua orang bisa dewasa.
Host di radio yang saya dengar malam itu mengingatkan saya; tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan.
Ketika mereka bercerita tentang pasangannya masing-masing, saya sirik dan ingin menjadi hubungan ini menjadi lebih harmonis seperti dalam cerita mereka. Padahal saya sudah harmonis dan nyaman.
Dengan penuh ambisi saya ingin merubah segalanya, pola pikir, sikap, dan semuanya yang saya inginkan. Itu membuat perdebatan setiap hari padahal itu nggak penting hingga muncul kebencian satu sama lain.
Bicara soal cinta saya selalu lupa diri. Cara menyikapi masalah, sorotan mata, hingga keramahan yang selalu muncul berubah tanpa disadari. Saya yang merubah segalannya. Itu merubah prinsip saya karena ingin merubah seseorang. Memang niat baik, tapi sikap itu adalah hak dan nggak mudah untuk mengubahnya. Bisa disebut karakter.
Saya telah keluar jalur yang mengakibatkan hilangnya kedamaian. Maafkan saya.
Sekarang saya bingung untuk mengembalikan keadaan. Tapi saya tak akan merubah jika itu bukan kewajiban saya. Saya tau kondisi ini bukanlah hal baik dan saya harus keluar dengan masalah yang sebenernya nggak nyata. Saya belum bisa mengalahkan diri sendiri dan yang seseorang harus lakukan adalah itu.
Seperti apa maksud yang dinyanyikan mariah carey,
There's a hero if you look inside your heart
You don't have to be afraid of what you are
There's an answer if you reach into your soul
And the sorrow that you know will melt away
Ada pahlawan jika Anda melihat ke dalam hati Anda
Anda tidak perlu takut tentang apa yang Anda alami
Ada jawaban jika Anda mencapai ke dalam jiwa Anda
Dan kesedihan yang Anda tahu akan mencair dan menghilang
Dan di salah satu bait reffnya
    So when you feel like hope is gone
    Look inside you and be strong
    And then you'll finally see the truth
    That a hero lies in you

Jadi, ketika Anda merasa semua harapan hilang
Lihatlah kedalam diri Anda dan pahami Anda akan menjadi kuat
 Dan kemudian Anda akhirnya akan melihat kebenaran
pahlawan Itu  terletak pada Anda
MARIYAH CEREY=HERO





kira-kira foto penyanyinya seperti itu

Read More/Selengkapnya...

Senin, 06 Februari 2012

tips jomblo

Kosong...
Ada ruang kosong dalam hati. Meski terisi sebagian orang orang terkasih kita tetap saja ada yang kosong, pada tuhan,teman, keluarga, ilmu, harapan, ilmu, cita-cita dan lain lain. Tidak lain dan tidak bukan ruang kosong itu tidak adanya cinta dari lawan jenis. Para rekan jomlo holic pasti ngegibeg. Kalem aja ga usah kesindir.
 Saya tau saya tau pasti didalam doa kalian mengharapkan sesosok peri kecil yang menghiasi hidup. Meski bisa menebak, bukan berarti saya dukun.
Mau nyari susah, kalo mau nunggu lama. Serba salah coy. Ya bukan nggak laku, tapi teu payu lah kalo bisa disebut.
Satu-satunya cara ya emang harus sabar. Kalo belum dipertemukan ya gimana lagi. Mau maksa kawin sama sapi? Oh, nehi lah jangan sampai prustasi seperti itu.
Berarti itu tandanya belum bisa mencintai diri sendiri. Cintailah dirimu sendiri baru cinta akan datang hehe
Catet itu para jomblo holic, catet!
Secara gitu ya kalo pribadi udah bener-bener keurus lawan jenis mana yang nggak ngelirik. “Eh, liat deh dia unyu beud.”
Plis stop! Jangan menghayal berlebihan! kata-kata itu hanya untuk menghibur saja bukan untuk membuat mabuk kemudian melakukan manstubrasi.
Namun perlu diingat para jomblo holic, anda lebih baik ketimbang orang yang maksa mencintai orang dengan asal. Gak pake otak dan lain-lain. Yang rujit kan kita-kita juga. Misalkan pagi-pagi yang emang indah  gitu nggak ada hutang, tagihan dan kecoa. Hmmmp benar-benar indah. Mau liat jejaring sosial, ada orang baru puber update status yang bikin pagi jadi enek.
Liat foto profile orang berdua cium-ciuman. 
‘duch matahariku udah bangun belum ya? Aku ingin mengirim malaikat supaya dia tau aku tersenyum ketika dia membuka mata.’
Dan parahnya itu cowok. Arrrrgh iyaks banget. Lima menit berselang komentar udah 54 diisi mereka berdua. Kalau Cuma berdua kenapa nggak sms aja?
Tapi pas diliat itu status saya sendiri. Maaf ya pemirsa. Muuv banget.
Disini bukan tanpa alasan jodoh belum dipertemukan. Ada sebabnya juga. Dari penelitian yang saya lakukan, saya menemukan beberapa penyebab kejombloan. Salah satu penyebabnya adalah muluk-muluk, ada satu adegan dimana saya harus berbincang-bincang dengan orang tersebut. Dia ingin mendapatkan body yang kayak gitar spanyol padahal body-nya sendiri nggak jauh beda sama gitar punk rock jalanan.
 
Bukan rasis ya tapi ini Cuma ibarat doang.
Ngobrol lagi asik-asiknya dengan temen saya yang jomblonya sudah akut, ditengah pembicaraan dia beralih topik karena melihat cewek didepannya yang cantik banget.
“Selera saya Cuma itu. Dan nggak mau sama cewek yang lainnya.”
 
Ini hanya contoh.
Lalu Cewek yang dia mau Cuma personil SNSD. 


Saya berani taruhan 15 jutaan hok. Berani deal ga?
Masalahnya ceweknya mau kagak? Disini kelihatan mengapa dia jomblo. Cara menghindari penyebab seperti ini gampang cukup membeli kaca. Dan pakai sesering-seringnya. Alhasil penyebab seperti ini dapat dihindari.
Untuk menambah daya tapik juga boleh kok mempercantik diri agar anda lebih menarik.
 
Dan bukan itu saja ya insan muda, pola pikir kita juga berpengaruh terhadap kejombloan kita. Waktu itu saya masih salah gaul, saat saya menganggap keren sama seperti pandangan saya menganggap kampring sekarang. Waktu itu saya dipertemukan dengan jomblo veteran. Orangnya lusuh, kerjaannya tau apa? Main tendo berjam-jam. Mending game-nya rame ini mah nggak bergengsi. Game Biliar yang nggak pernah diobrolin waktu kecil. Sepertinya dia puas dengan apa yang diraihnya ketika main game biliar itu, padahal kan nggak dapet apa-apa. Kalo ngomongin game Biliard itu selalu serius kayak yang edun.
“gini ya caranya.” Sang pujangga itu menerangkan di depan cewek yang dia suka. Nggak lupa dia memasang wajah gantengnya. Tapi sayang gantengnya Cuma mentok segitu.
Tau gimana responnya?
Dicuekin laaah...
Sedih lagi akhirnya kan.
Dari kesalahan-kesalahan yang terfatal adalah ketika anda tidak bertindak dan tidak melakukan sesuatu yang tepat. Ibaratnya ini adalah permainan bola dan musuh mampu mencetak gol di injury time. Ibarat sumur DALEEEM!!!
Saat seorang cewek dan cowok sinyal cintanya sudah terhubung dalam waktu yang cukup lama. Ada kesalahan ketika anda tidak bertindak dengan menembak. Keduanya saling menunggu dan akhirnya diselip orang. Itu memang sangat menjengkelkan. Pasti calon pasangan kita itu akan beralasan sama, “Aku kira kamu Cuma bercanda”, “aku kira kamu nggak serius.”,”aku terlalu lama menunggu. Nggak kuat lagi.”
Pasti handeeul.
Masalahnya tidak menendang bola padahal gawang sudah di depan mata. Dan keburu lawan datang menghadang.
Cewek sudah nunggu ditembak tapi si cowok malah kalem aja. Taunya diselip sama ninja rr. Dan ujung-ujungnya matiin lampu dengerin lagu dadali band. Menyendiri lagi-menyendiri lagi.
Kalau emang cinta udah di depan mata gubris aja langsung jangan banyak maen game biliard.
Untuk para jomblo holic, meski sedang mencari, harus rada menyaring pasangan, jangan pernah salah pilih pasangan. 
Saat menghadap belakang begitu cantik.
 

Namun saat berbalik anda jangan kaget siapa pasangan anda sebenarnya. Karena saat masa-masa indah banyak yang ditutup-tutupi.

Jaga citra anda, jangan sembrawung nembongin kebiasaan buruk anda pada target. Misalnya ngupil di depan dia yang lagi makan. Atau ngurik-ngurik kuping terus yang kuningnya dicium. Don’t !!!
Satu lagi, berbuat baik lah untuk pasangan anda, banyak mengalah, kelihatannya kita yang lemah tapi sebenernya dia yang mengikuti permainanan kita HAHAHHAHAHHAHA...
Tapi TIPS YANG PALING JITU itu adalah bagaimana anda menarik pasangan anda dengan cara anda. Itu!!! Jangan pake teori. Karena anda memiliki sisi istimewa tersendiri.

Read More/Selengkapnya...

Sabtu, 21 Januari 2012

life like a good panorama



oh, hidup. Mengapa ada kehidupan di dunia ini? Kalimat ini cenderung ditanyakan saat seseorang menemui rintangan yang dirasa sulit untuk dihadapinya. Mulai merasa lelah dan frustasi harus berbuat apa dengan semua yang dihadapinya. Entah apa awalnya yang menyeret saya ke obrolan  waktu itu. Ketika kehidupan dipertanyakan.
“hidup maneh mah sedih wae.” Satu kalimat yang ditunjukan pada saya.
Saya senyum. Terbesit di kepala saya sebuah pertanyaan umum, Kenapa orang lain mudah menilai sesuatu hanya dengan kasat mata? Padahal tampilan kan tak selalu menjamin keadaan seseorang. Seperti orang berdasi yang enak dilihat namun kerjanya korupsi. Atau melihat komunitas punk muslim.
Bukan sedih, tapi saya hanya pengen diam. Diam pun bukan karena saya buang aer di celana. Rasanya ingin menikmati segelas teh hangat dengan tembakau diselimuti kertas berukuran A4. Entah berapa ukurannya sebenarnya. Saya nggak bawa penggaris. Untuk kesekian kalinya saya memang terlihat seperti orang stress. Sama seperti saat ini.
“ini kan ramadhan.” Tambahnya.
“memang apa yang bikin ramadhan menyenangkan?” padahal saya tau ibadah saya lebih getol darinya. Tapi dia yang sepertinya lebih bahagia. Suatu waktu pertanyaan pun muncul melibatkan keadaan seperti ini. Tentang agama. Wilayah yang sebenarnya nggak bisa benar-benar dikuasai selain nabi. Muncul pertanyaan, jika seseorang sudah menjalani agama dengan baik, tapi tetap mendapatkan derita dan merasa tak adil jika orang lain yang tak tahu agama medapatkan kebahagiaan.
Iya, ya? Kenapa kalau kita getol ibadah belum tentu mendapatkan apa yang kita ingin kan. Bukannya Tuhan maha kaya? Sedangkan melihat orang yang bejad mudah untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Saya tersadarkan kalau saya juga manusia sama seperti yang lain.
Ini lah ciri khas manusia, selalu melihat hanya dengan kasat mata, padahal tak selalu derita itu merupakan wujud yang sangat buruk. Mungkin hal itu lah yang mengajari kita tentang apa itu arti kata sabar dan arti kata sejati yang membawa kita ke tujuan yang mulia.
“saya mah sih selalu bahagia. Apalagi ngeliat kamu sedih.”
Teh hangat yang di dalam mulut nyembur sedikit gara-gara nahan ketawa.
“haha. Benget maneh goreng patut.”
Setelah menelan teh, saya merapihkan noda teh berantakan di sekirat mulut. Pake tisu.
“bagi saya ramadhan ini sama aja dengan hari-hari yang lain. Malam tetep aja gelap, siang tetep aja terang. Hok! Apa bedanya ramadhan dengan bulan-bulan yang lain?” kata saya coba memainkan filsafat yang menurut saya seperti itu. Karena bermacam-macam definisinya. Dan katanya lagi filsafat dilarang oleh agama. Filsafat memprioritaskan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
Dulu, saat baru lulus sekolah, cita-cita saya ingin memasuki ilmu filsafat di Universitas negri. Saya lihat di brosur yang menjelaskan tentang ilmnu itu, Pelajarannya unik, Merenung. Apa daya, saya terlalu ganteng untuk masuk jurusan itu. Tapi alhamdulilah, Universitas yang kini saya duduki lebih dari ITB. Maksudnya lebih jauh. Udah nyampe ITB Bablas terus sampai patiukur.
“beda atuh.hehe” jawabnya singkat. Saya juga ga tau kenapa. Kenapa ya? Memang berkali-kali menanyakan seperti ini, ada juga yang bisa jawab, tapi ngaco.
Berarti benar, Dalam Al-quran, ada ayat tentang pengetahuan yang tak akan bisa diketahui manusia. Dan manusia mengklaim telah menemukan jawaban. <Ali imran ayat 3>.
Faktanya Memang berbeda rasanya beda jika sedang Ramadhan. Lebih damai dan bahagia. Karena saya meyakininya. Dan itu saya rasa cukup untuk memberi jawabannya.
“kata kamu tuhan maha adil? Kenapa banyak penjahat yang sukses?” tanyanya. Saya bingung. Dalam obrolan ini saya selalu membela tuhan.
“itu semua atas ijin tuhan. Itu yang namanya ujian.”
“kenapa tuhan mengijinkan orang itu jadi jahat?”
“bukanya orang udah dikasih otak sama agama? Kenapa orang itu lari dari itu? Itu nggak bisa nyalahin tuhan. Itu keputusan dia sendiri. Mungkin prustasi dengan cara yang baik.”
Seperti dalam buku yang saya baca, yang benar itu lebih sulit dari pada melakukan yang salah. Seperti membuat SIM yang benar. Penuh dengan ujian. Kalau jalan salah tak perlu melewati ujian.
Pertanyaan untuk mementokan otak saya berakhir. Saya berhasil membela diri dalam perdebatan yang GEJE ABIZZ.
Namun itu mengingatkan saya kembali tentang keraguan keberadaan tuhan dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan extreme. Ya, dari seperti itu. Kebahagiaan yang didapat tanpa ibadah. Ketika hati merasa tak adil atas apa yang diberikan tuhan.
Dan sebenarnya pertanyaan yang seperti itu tak sesimple itu munculnya. Butuh beberapa fenomena dan fakta-fakta di sekeliling yang berbelit-belit.
Jika ada seseorang bisa menemukan jawaban itu, mereka lah yang atheis. Namun saya tak bisa menjawabnya. Karena bagi saya tuhan adalah segala-galanya. Mungkin kalau tuhan memiliki sifat seperti saya, beliau akan benar-benar menghabisi saya sebagai hambanya karena terlalu banyak berlumuran dosa.
Mencari asal-usul nabi dan agama. Apakah agamaku benar?
Ah, ini memunculkan lagi pertanyaan yang sepertinya tak ada ujungnya jika tentang agama.
Saya mencari… mencari… dan ketiduran.
Tapi saya mendapat sedikit garis besar. Nabi musa a.s, nabi isa a.s, dan nabi Muhammad SAW. Itu. Cari sendiri aja apa perbedaannya! (kalo emang tertarik). Ah (Aing cape mun kudu nerangkeun. Jeung barina oge kaluar jalur. Jeung can tangtu bener).
Modernisasi memang membuat saya harus banyak bertanya tentang agama karena sadar tak sadar itu luntur. Meski banyak yang mengaku memiliki agama namun… yah, begitulah.
^_^
Popular, harta, ilmu terkadang kita sama sekali tak sadar sangat ambisius mendapatkan itu untuk mencapai yang namanya kesempurnaan. Khilaf memang terkadang tak bisa dihindari. Itu semua manusiawi. Dan saya mahasiswa.
Saya teringat lagi ketika saya memang ingin sempurna. Namun sadarlah. Itu bodoh! Ketika saya bahagia, saya ingin merasa lebih lagi dan akhirnya saya melakukan yang lebih, namun itu semua malah mengurangi. Sampai saya tak merasa bahagia seperti dulu.
“Iya ya ramean dulu.” Saya sering mendengar kata itu dari mulut yang berbeda. Ternyata banyak juga yang seperti saya.
Teman saya di kuliah bilang, “This is real life.” Ketika saya mengeluh. Yang memang banyak hambatannya.
Kembali lagi tentang kesempurnaan. Memang apa arti dari sempurna? Tanya saja pada Andra and theblackbone. Saya mah belum pernah ketemu.
Sempurna itu banyak yang menganggapnya sesuatu yang tanpa cacat dan baik sebaik-baiknya. Namun jika sempurna itu baik, kenapa manusia dianggap tuhan lebih sempurna ketimbang malaikat?
Kesempurnaan itu sebenarnya manusia, jadi apa perlu mencari lagi?(walau pun manusia punya sifat dasar yang nggak pernah puas) Tapi ini juga bukan berarti harus diam terus-menerus.
Jadi tak ada yang salah dalam manusia. Karena benar itu tak selalu benar dan yang salah tak selalu salah. Satu-satunya yang salah itu adalah TAKUT SALAH. Kebanyakan hasil itu dinilai  dengan mayoritas dan minoritas, banyaknya penilaian dari jawaban tersebut. Jika menjawab A dan orang-orang menjawab A, berarti jawaban itu dianggap benar atas dasar orang lain juga menjawab A. apalagi orang awam yang kerjannya ikut-ikutan.
Tapi manusia tak ada yang selalu benar terkadang jawaban minoritas lah yang benar. Namun tak digubris.
Jika hukumnya seperti ini, adalah tugas minoritas meyakinkan mayoritas atas jawabannya. Banyakan mana orang sukses sama gagal (sukses dalam artian umum)? Memang jika ada objek yang bergerak maka banyak lah yang berkomentar. Jadi jika anda banyak dikomentari, bayangkan saja anda adalah objek yang menuju suksesnya.
Riwayat Al-bukhari pun bilang, barang siapa Allah inginkan kebaikan untuknya, maka Allah akan mengujinya dengan kesusahan.
Bagi saya hidup merupakan gabungan dari dua kata yaitu hi=pro dan dup=kontra. Kadang kita pernah bertujuan supaya semua yang ada di dunia ini menjadi pro pada kita. Pro tak mungkin menemenuhi hidup kita. Nabi pun banyak yang kontra. Siapa yang dapat mengubah? Jika seseorang itu dapat mewujudkan semuanya menjadi pro, berarti itu namanya hihi. Bukan hidup. Dan sebaliknya jika semua kontra akan menjadi dupdup. Bukan hidup.
Ya saya bebas lah bikin arti. Kaya psikater yang memang hanya manusia biasa.
Dan entah apa yang ada di pikiran orang yang merasa hebat berkomentar tentang saya yang cupu ini. 
Hidup buat apa? Sambil nunggu waktu kojor, nimbun barang dan sanjungan orang lain aja gitu?
Menurut buku yang saya baca, lawan kata dari hidup bukanlah mati. Lawan kata dari mati adalah lahir. Karena sebelum lahir di dunia manusia sudah hidup di alam rahim dan ketika meninggal dunia manusia tetap hidup di dunia akhirat.
Dan baru tersadarkan lagi kalau tugas manusia itu beribadah kepada Allah. Yah, kalau ngomongin ini memang kesannya tua. Tapi itu kan jawaban mayoritas…

Jika ilmu terlalu banyak diperoleh dapat membuat orang tersebut melupakan tuhan karena kesombongannya. Tapi orang yang ingin terlihat pintar malah gampang dibodohi. Mental juga tak boleh dikesampingkan.
Mungkin karena itu agama menuntun umatnya, dari buku IK, agama itu diambil dari kata a=tidak, gama=kacau. Agar tidak kacau, manusia diberi agama. Tapi malah kebanyakan orang ingin mengambil makna sendiri dalam hidupnya. Keluar dari aturan. Termasuk saya.
Orang yang punya agama itu harus rendah hati.
Kadang-kadang ketika tersadar semua sudah terwujud. Selalu ada yang kurang. Apa itu? sudah bergerak tapi kenapa hidup itu nggak maju-maju. Kadang apa yang kita inginkan lalu berusaha meraihnya, dan akhirnya tercapai, tak merasakan apa-apa. Lalu mengambil bahagia yang semu untuk menutupi ingatan tentang perjuangan itu.
Ketika lem dihisap, apa pengaruhnya? Kenapa ga sekalian lubang hidungnya ditempelin lem yang dasarnya nempel jadi tercium terus-menerus. Tapi kenapa ga ada yang suka nyium bau lubang pantat padahal wanginya sama sama gak enak?
Ada satu hal yang kurang dimengerti. Hal yang seakan mendorong maju namun terasa berat. Tentang mereka. Ada beberapa yang sejati namun ada juga yang palsu. Amarah yang meledak dalam hati kian merusak dada. Namun itu lebih baik daripada emosi itu keluar lalu merusak yang lain. Seperti kata Pak Mario, kesakitan yang diberikan orang terkasih adalah sebuah kemuliaan jiwa.
Tak mungkin ada asap kalu tak ada api. Tak mungkin ada bau jika tak ada yang busiat hehe
Saya coba merenung mungkin ini sebuah karma dari suatu kebodohan. Menceramahi itu lebih mudah daripada menjalankan apa yang diceramahi oleh diri sendiri pada orang lain.
Kini saya mulai meninggalkan, maju untuk hal yang lebih baik. Bukan karena benci, namun karena pandangan sebelah mata jika saya tak mengajak. Mungkin akan sibuk membuat percaya daripada maju. Saya hanya tak ingin yang lain susah. Meski banyak juga cibiran yang nggak bisa dihindari. Namun positif thingking adalah kuncinya.
Keterpurukan ini adalah teguran nyata kehidupan. Mungkin sikap berubah-ubah namun saya berharap kau selalu sejati. Tak selamanya saya selalu memberi candaan yang menjadi pandangan orang selama ini.
Satu kunci adalah senyum dan nikmatilah. Ambil jalanmu. Memang berat jika takdir kita jalan tak dengan orang terkasih namun ini tugas khalifah di bumi. Percayalah tuhan tak pernah menzolimi umatnya. Seperti ramadhan yang  dirasa lebih damai.
Ikhlas adalah kata sederhana yang benar-benar bermakna tapi begitu sulit diterapkan.
Niat baik adalah awal.
“Yang penting mah niat!” kata temen saya yang lain. Jika seperti itu, niat baik akan secara natural menciptakan tuntutan hasil yang baik pula. Dan jika hasilnya tak baik akan menciptakan kesakitan.
Itu bertanda niat bukan segala-galanya. Tapi diselaraskan dengan cara. Dan ikhlas adalah bantal jika dua hal itu bertemu dengan benturan-benturan dan mendaji air ketika jiwa terbakar melihat hasilnya berantakan.
Memang tahu lah rasa pilu itu seperti apa. Melebihi sedih. Tapi berhenti bukan pilihan. Istirahat lah jangan pikirkan yang lain-lain. Lepaskan. Semua orang juga merasakan pilu. Mungkin hanya orang lebay yang membeberkan semua itu. Tapi jika memang itu membuat anda lepas, lakukan lah.
Lihat apa yang sudah anda kerjakan selama ini. Sayang kalau berhenti.
Menyertah itu bukan pilihan.
Dunia ini begitu luas. 1 kejadian nggak penting pun punya banyak dimensi, Sob. Pasti memiliki banyak makna.
Kehinaan dalam kebaikan adalah sebuah garis hitam yang tergambar dalam kanvas putih kehidupan. Jika tak ada warna hitam dikehidupan itu, percayalah, gambar itu tidak akan terlihat indah. Bahkan cangcut pink pun akan lebih indah jika ada warna rambut hitam yang keriting.
Dan ketika meninggal dunia kita sadar kalau hidup itu seperti panorama indah yang tak hanya dilihat, tapi dirasakan juga.
 
Hidup itu seperti pemandangan indah !

Read More/Selengkapnya...